GARUT – Lonjakan kunjungan wisata di Pantai Karang Papak, Desa Cikelet, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), selama libur Idul Fitri 1447 H/2026 M berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat lokal, seiring terciptanya kondisi kawasan yang aman tanpa insiden kecelakaan laut.
Kepala Desa (Kades) Cikelet Ayi Priatna menyatakan, meningkatnya jumlah wisatawan hingga 100 persen menjadi indikator keberhasilan pengelolaan destinasi berbasis kolaborasi lintas sektor. Kondisi tersebut juga dinilai mendorong aktivitas ekonomi warga, mulai dari pelaku usaha kecil hingga penyedia jasa wisata.
“Satu hal sangat menggembirakan pada libur lebaran tahun ini tidak terjadi kecelakaan laut. Ini tentunya berkat kerja keras semua pihak dalam menjaga keselamatan para wisatawan, sehingga mereka dapat kembali berkumpul dengan keluarga setelah berwisata,” tuturnya.
Menurut Ayi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Kecamatan Cikelet, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Kepolisian Resor (Polres) Garut, Kepolisian Sektor (Polsek) Cikelet, serta Komando Rayon Militer (Koramil) 1120 Cikelet. Selain itu, peran Dinas Perhubungan, ketertiban umum (Trantib), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga kelompok masyarakat seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) turut memperkuat pengelolaan kawasan.
Di sisi lain, Paguyuban Pengelola Pariwisata Pantai Karang Papak (P4KP) dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas fasilitas wisata, seperti pembangunan villa, penginapan, dan kafe, yang mendukung kenyamanan pengunjung.
Ayi menjelaskan, pengembangan pariwisata di wilayahnya juga diarahkan pada konsep ekowisata berkelanjutan, termasuk penataan pedagang musiman serta program kebersihan lingkungan seperti aksi bersih pantai.
“Dengan fasiltas penunjang pariwisata yang lengkap dan banyak pilihan, ditambah sajian hiburan beber Kades Ayi tentuya para pengunjung termanjakan dan akan merasa betah berlama lama beribur di pantai Karang Papak,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan pada infrastruktur jalan dan sarana penunjang lainnya. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan secara bertahap guna mendukung pengembangan destinasi wisata yang lebih optimal.
“Ini merupakan pekerjaan rumah yang mesti dibenahi bersama, baik aturan dan tata kelola maupun perwujudan sarana prasarana yang memadai. Seiring berjalannya waktu dan dukungan semua pihak, Insya Allah segalanya akan indah pada waktunya,” pungkas Ayi Priatna. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara