LANDAK – Sedikitnya 60 rumah warga di Desa Bebatung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), terdampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat (15/5/2026) sore. Luapan air setinggi 40 hingga 50 sentimeter sempat merendam permukiman dan akses jalan warga di dua dusun.
Banjir terjadi sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan Kecamatan Mandor selama beberapa jam. Dusun Setabar dan Dusun Bebatung menjadi wilayah paling terdampak akibat meluapnya aliran air ke kawasan permukiman warga.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Landak Devi Ariantari melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandor Bernadus Didy Kusnadi mengatakan personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan kondisi warga dan perkembangan situasi banjir.
“Personel kami terus melakukan pemantauan di lokasi banjir untuk memastikan keamanan warga serta memonitor perkembangan situasi di lapangan,” ujar Bernadus sebagaimana diberitakan Suara Kalbar, Minggu, (17/05/2026).
Meski sempat menggenangi akses jalan desa, kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas dengan tetap berhati-hati. Hingga malam hari, debit air dilaporkan mulai surut sekitar 10 sentimeter dan warga masih memilih bertahan di rumah masing-masing.
Selain melakukan pemantauan, aparat kepolisian juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.
Bernadus juga mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan keluarga, khususnya anak-anak, serta segera melapor kepada aparat apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang namun tetap siaga. Keselamatan menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Banjir di Desa Bebatung menambah daftar wilayah di Kalbar yang terdampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lanjutan yang dapat memicu banjir susulan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara