SPPG Kalimantong Buka Suara Soal Isu Manajemen MBG

SUMBAWA BARAT – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kalimantong di Kecamatan Brang Ene memberikan klarifikasi atas isu dugaan buruknya manajemen distribusi Program Makan Bergizi (MBG), sekaligus menjelaskan penyebab keterlambatan penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Kepala SPPG Kalimantong Muhlas Zamroni menyatakan bahwa tudingan program berjalan tanpa arah dan kendali tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses distribusi tetap berada dalam pengawasan ketat.

Dalam keterangan pers yang digelar Selasa (31/03/2026), Muhlas didampingi ahli gizi Detta Bayu Kurnia, akuntan Amylian Ihza Yusrina, serta asisten lapangan Rifky Aldi Piatama.

Muhlas juga menyampaikan permohonan maaf kepada penerima manfaat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, atas keterlambatan distribusi yang terjadi hingga waktu Magrib.

“Kami menemukan adanya bahan baku yang mengalami kerusakan saat proses persiapan. Demi menjaga kualitas dan keamanan konsumsi, kami memutuskan untuk tidak menggunakan bahan tersebut dan melakukan pengadaan ulang seketika itu juga. Kami tidak ingin mengambil risiko dengan memberikan makanan dari bahan yang tidak layak,” jelas Muhlas.

Ia menjelaskan, selain kendala bahan baku, kondisi cuaca berupa hujan deras di wilayah Brang Ene turut menghambat mobilisasi tim distribusi di lapangan, sehingga jadwal penyaluran mengalami penyesuaian.

Menanggapi isu lemahnya pengawasan, pihak SPPG Kalimantong membantah keras tudingan tersebut. Muhlas menegaskan bahwa operasional program dijalankan melalui sistem piket (shifting) yang melibatkan lima petugas pengawas secara bergantian.

“Bahkan, sejumlah karyawan yang bertugas melakukan pengawasan menginap di kantor SPPG untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur. Jadi, sangat keliru jika dikatakan tidak ada kendali,” tambahnya.

Senada, ahli gizi Detta Bayu Kurnia menyebut pengawasan mutu dilakukan secara menyeluruh selama 24 jam guna memastikan standar gizi dan keamanan pangan tetap terjaga.

“Kami menerapkan sistem shifting yang sangat ketat. Keberadaan kami di sini adalah untuk memastikan standar gizi dan keamanan pangan terjaga sepanjang waktu,” tegas Detta.

SPPG Kalimantong memastikan evaluasi terus dilakukan agar distribusi Program Makan Bergizi ke depan berjalan lebih optimal dan tepat waktu, sehingga kepercayaan masyarakat tetap terjaga. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kopi Lotim Berpeluang Besar, Kesejahteraan Petani Masih Tertahan

PDF 📄LOMBOK TIMUR – Praktik ijon masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan komoditas kopi di …

Warga Desa Tegalrejo Desak Izin Tambang Batu Gamping Dicabut Permanen

PDF 📄GROBOGAN – Ratusan warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mendesak pemerintah …

Posyandu Era Baru Jadi Fokus Pemkab Pangkep Tingkatkan Pelayanan Desa

PDF 📄PANGKEP – Transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *