KUANTAN SINGINGI – Debit air Sungai Kuantan mulai menurun setelah banjir merendam empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Warga di sejumlah desa terdampak kini mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan permukiman yang sebelumnya terendam banjir sejak Kamis (14/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing, Yulizar, mengatakan kondisi di lapangan berangsur membaik meski petugas dan relawan tetap disiagakan di seluruh wilayah terdampak. Informasi tersebut sebagaimana diberitakan GoRiau, Minggu (17/05/2026).
Menurut data BPBD Kuansing, banjir menyebabkan sedikitnya 526 rumah warga terdampak di beberapa kecamatan. Kecamatan Pangean menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar setelah 160 rumah warga, satu musala, satu fasilitas pendidikan, dan satu fasilitas kesehatan terdampak luapan sungai.
Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Kuantan Hilir Seberang. “Kemudian di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Desa Pelukahan sebanyak 15 rumah dan satu musala. Desa Pulau Baru 10 rumah, Desa Lombok 15 rumah dan Desa Pulau Beralo 15 rumah. Total yang terdampak 55 rumah dan satu musala,” urai Kepala BPBD Kuansing, Yulizar.
Sementara di Kecamatan Kuantan Hilir, genangan air tercatat merendam Desa Pulau Kijang dan Kampung Tengah dengan total 48 rumah serta satu kantor pemerintahan desa terdampak. Adapun wilayah dengan jumlah permukiman terdampak terbanyak berada di Kecamatan Inuman yang mencapai 263 rumah warga.
BPBD Kuansing mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan debit air sungai, terutama jika curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat desa maupun petugas terkait apabila kondisi sungai kembali menunjukkan peningkatan arus. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara