BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung memperketat pengawasan pengelolaan sampah di sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) di kawasan Pantai Legian, Kecamatan Kuta. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan destinasi wisata sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan di wilayah Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita).
Bupati Badung Wayan Adi Arnawa bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Badung IB Surya Suamba turun langsung melakukan pengawasan dan penegakan hukum lingkungan di kawasan Skate Park Pantai Kuta, Jumat (15/5/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung, Camat Kuta, unsur Tripika Kecamatan Kuta, Lurah Legian, hingga kepala lingkungan se-Kelurahan Legian.
Adi Arnawa menegaskan, penanganan sampah menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga citra pariwisata Badung dan Bali secara umum. Menurutnya, sektor horeka masih menjadi penyumbang besar produksi sampah di Badung.
“Terutama kepada teman-teman pengusaha Horeka, yang berdasarkan data ada 40 persen lebih yang masih sumber sampah di Badung ini. Dan salah satu hotel tadi di legian, saya lihat sudah bagus, ini memang perlu dorong terus, termasuk kalau bisa hotel-hotel yang lain juga sama seperti itu. Kita ini benar-benar sangat serius sekali untuk penanganan sampah di Badung khususnya dan mungkin Bali ya pada umumnya ini,” jelasnya sebagaimana dilansir Warta Bali, Senin (18/05/2026).
Selain melakukan pengawasan rutin terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber, Bupati Badung juga meninjau kondisi sepanjang Pantai Legian. Ia menilai kawasan pantai memiliki potensi wisata besar yang harus dijaga melalui penataan lingkungan yang berkelanjutan.
“Saya langsung memantau dan memang saya selalu melakukan setiap Jumat, walaupun ini di luar jam kerja, kita tetap melakukan kurve turun ke bawah. Ya temanya sekarang penanganan sampah, termasuk juga bagaimana nanti kita akan melakukan penataan pantai ini. Karena saya lihat pantai kita ini sangat bagus, sangat indah sekali. Tapi kalau tetap dengan kondisi Kumuh seperti ini dipertahankan, ini juga menjadi tantangan hambatan buat kita untuk menjadikan Wilayah Samigita ini menjadi daya tarik yang seperti dulu lagi itu,” ujarnya.
Adi Arnawa menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, desa adat, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga kawasan wisata agar tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan.
“Inilah yang kita sedang akan siapkan. Saya berharap dalam kesempatan ini, semua masyarakat, desa adat, ayolah kita sama-samalah menata pantai ini dengan baik. Tapi sekali lagi saya sampaikan bahwa tentu pemerintah sangat berharap dukungan dari semua pihak, termasuk desa adat, masyarakat nanti. Kita jangan berpikir instan lah. Ayo kita berpikir jangka panjang bagaimana kita menjaga Pantai Kita ini. Sekali lagi saya sangat serius selaku bupati untuk penataan pantai ini dan saya memang sangat serius sekali untuk membangun infrastruktur di Badung ini,” ucapnya.
Menurutnya, revitalisasi kawasan wisata secara bertahap akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan pendapatan asli daerah, hingga kesejahteraan masyarakat Badung.
“Saya kira kalau ini sudah kita sama-sama punya mindset memikir yang sama, saya kira tidak akan susah untuk mewujudkannya. Kalau itu sudah terjadi, satu sisi PAD Badung akan meningkat, PAD Badung akan meningkat, semakin banyak Pemkab. Badung bisa membuat program-program untuk mensejahterakan dan menjaga kesehatan masyarakat Badung,” jelasnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara