Mahasiswa UMM Perkenalkan Alat Penabur Pupuk di Karangsuko

MALANG, DESA – NUSANTARA: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkenalkan alat penabur pupuk inovatif kepada kelompok tani di Desa Karangsuko sebagai bagian dari program pemberdayaan sektor pertanian. Kegiatan yang dilaksanakan langsung di lahan pertanian desa tersebut disambut antusias oleh para petani.

Program ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, khususnya untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian desa. Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa tidak hanya mengenalkan alat, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada petani.

Tim KKN yang berasal dari berbagai program studi terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Mereka memaparkan cara kerja alat, manfaat penggunaan, serta teknik pengoperasian secara langsung agar mudah dipahami oleh seluruh anggota kelompok tani yang hadir.

Demonstrasi lapangan dilakukan untuk memastikan para petani dapat melihat secara konkret efisiensi dan kemudahan penggunaan alat penabur pupuk tersebut. Inovasi ini diharapkan mampu membantu pemerataan distribusi pupuk, menghemat waktu, serta mengurangi beban tenaga kerja dalam proses pemupukan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN UMM yang berfokus pada pemberdayaan sektor pertanian desa. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan inovasi sederhana namun tepat guna dapat meningkatkan hasil pertanian sekaligus memperkuat kemandirian petani di Desa Karangsuko.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

61 Persen Dana Desa PPU Dialihkan ke KDMP

PDF 📄PENAJAM, DESA – NUSANTARA: Alokasi Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Penajam …

58,03 Persen Dana Desa 2026 Dialokasikan untuk Kopdes

PDF 📄JAKARTA, DESA – NUSANTARA: Kebijakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang menetapkan 58,03 persen Dana …

Wisata Air Desa Karang Anyer Tawarkan Cerita Legenda

PDF 📄SIMALUNGUN, DESA – NUSANTARA: Di tengah tren pengembangan destinasi berbasis desa, satu kawasan wisata …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *