KREATIVITAS warga Desa Sendangsari, Kabupaten Bantul, melahirkan sebuah terobosan yang tidak hanya menjawab persoalan akses, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru. Dengan modal sekitar Rp150 juta, tiga pengusaha lokal—termasuk dua produsen tahu—membangun jembatan apung yang kini menghubungkan Bantul dengan Kulon Progo.
Kehadiran jembatan darurat ini menjadi jalur alternatif bagi warga dalam mempercepat mobilitas, memangkas biaya transportasi, sekaligus mendorong geliat ekonomi desa. Bagi masyarakat sekitar, jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur sederhana, tetapi simbol kemandirian dan gotong royong.
Manfaat berganda mulai terasa sejak jembatan difungsikan. Pedagang kecil lebih mudah mengakses pasar, petani bisa menyalurkan hasil panen tanpa hambatan, dan usaha lokal ikut terdongkrak. Selain itu, jembatan apung menjadi daya tarik tersendiri bagi warga luar desa yang penasaran dengan inovasi unik ini.
Pembangunan jembatan apung di Bantul menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi warga dapat melahirkan solusi kreatif tanpa menunggu sepenuhnya dari pemerintah.
Redaksi01-Alfian
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara