MAJALENGKA – Desa Nunukbaru, Kecamatan Maja, kembali memancarkan pesona budaya leluhur melalui perayaan tradisi Ngumbahkeun Pusaka yang digelar pada puncak acara Milangkala ke-554 tahun berdirinya desa, Rabu (6/8/2025). Tradisi ini merupakan salah satu warisan Kerajaan Talaga Manggung yang masih terjaga hingga kini.
Acara berlangsung khidmat dengan prosesi pencucian pusaka leluhur yang dipercaya memiliki nilai historis dan spiritual tinggi. Warga dari berbagai kalangan berkumpul di balai desa sejak pagi, mengenakan pakaian adat Sunda sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya.
“Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para leluhur yang telah membangun Desa Nunukbaru,” ujar Kepala Desa Nunukbaru, H. Dadan Sudrajat, di sela acara.
Pusaka yang dicuci merupakan peninggalan tokoh-tokoh pendiri desa, seperti keris, tombak, dan alat-alat kerajaan lainnya. Air yang digunakan pun diambil dari mata air setempat yang dianggap suci. Setelah proses pencucian, pusaka diarak keliling desa diiringi alunan musik tradisional dan tarian daerah.
Selain prosesi inti, perayaan juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan seni dan budaya, seperti pertunjukan wayang golek, pencak silat, serta bazar kuliner khas Majalengka. Kehadiran generasi muda yang terlibat dalam acara ini menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya masih tertanam kuat di hati masyarakat.
Tradisi Ngumbahkeun Pusaka menjadi bukti nyata bahwa Desa Nunukbaru mampu menjaga identitas dan nilai luhur di tengah arus modernisasi. Warga berharap kegiatan ini akan terus dilestarikan agar menjadi kebanggaan sekaligus daya tarik wisata budaya bagi Majalengka.
“Ini adalah warisan tak ternilai yang harus kita rawat bersama. Bukan hanya untuk Desa Nunukbaru, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tambah H. Dadan Sudrajat.
Dengan kemeriahan dan kekhidmatan yang tersaji, Milangkala Desa Nunukbaru ke-554 tahun ini berhasil menciptakan suasana yang menyatukan warga dalam kebanggaan terhadap sejarah dan tradisi leluhur.
Redaksi03
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara