KOTA BATU – Sebanyak 90 desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari berbagai daerah memanfaatkan Indonesian Village Expo 2026 sebagai ruang promosi produk unggulan dan potensi ekonomi perdesaan. Pameran yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Jawa Timur, tersebut mempertemukan pelaku ekonomi desa dengan masyarakat, wisatawan, dan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Beragam produk yang ditampilkan mencerminkan potensi usaha dan kekayaan budaya desa. Peserta dari Papua Selatan, Kalimantan Selatan, hingga Lombok, misalnya, membawa kerajinan tangan, olahan hasil bumi, serta karya seni berupa wayang dan lukisan.
Kegiatan ini menjadi sarana bagi desa untuk memperkenalkan hasil produksi sekaligus memperluas pengenalan terhadap potensi ekonomi daerah masing-masing. Keikutsertaan BUMDes juga memperlihatkan peran kelembagaan ekonomi desa dalam memasarkan produk yang dikembangkan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah. Selain desa dan BUMDes, pameran turut melibatkan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma), perguruan tinggi, serta perusahaan swasta nasional.
“Harapannya memang ini bisa menjadi ajang silaturahmi antar desa yang ada di seluruh Indonesia, terutama desa-desa yang memiliki potensi-potensi unggulan yang selama ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Onny.
Menurut Onny, pameran tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal berbagai sektor unggulan desa. Produk yang diperkenalkan mencakup hasil pertanian, kerajinan, hingga makanan olahan yang dikembangkan masyarakat.
Selain memamerkan produk unggulan, kegiatan ini menghadirkan sekitar 50 peserta kuliner dari desa-desa kreatif se-Malang Raya. Rangkaian acara juga dimeriahkan 13 grup musik, 10 sanggar budaya, serta delapan kegiatan literasi desa.
Bagi peserta, pameran berskala nasional ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung dari berbagai daerah. Pertemuan antarpeserta juga membuka ruang pertukaran informasi mengenai potensi dan pengembangan usaha perdesaan.
Di sisi lain, penyelenggaraan pameran diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Onny berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tetapi juga memperkuat jejaring antardesa sehingga potensi ekonomi dan budaya perdesaan semakin dikenal luas. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara