UNIPA dan PNK mengembangkan teknologi pengolahan serta fermentasi hortikultura dan nira lontar di Desa Wairbleler untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan membuka peluang usaha masyarakat.
MAUMEREÂ – Pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi mulai didorong melalui pemanfaatan teknologi fermentasi di Desa Wairbleler, Kabupaten Sikka (Sikka), Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi Universitas Nusa Nipa (UNIPA) dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang (PNK) diarahkan untuk membuka peluang usaha baru masyarakat dengan mengoptimalkan komoditas hortikultura dan nira lontar.
Kerja sama kedua perguruan tinggi tersebut menitikberatkan pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pengolahan agar potensi pertanian desa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Melalui proses pengolahan dan fermentasi, komoditas lokal diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah, daya saing, serta jangkauan pemasaran yang lebih luas.
Ketua Pelaksana, Yuyun Wahyuni, menjelaskan bahwa penerapan teknologi fermentasi menjadi salah satu cara untuk mendekatkan hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat desa.
”Melalui kolaborasi Universitas Nusa Nipa dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang, kami berharap potensi hortikultura dan nira lontar di Desa Wairbleler dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah,” sebut Yuyun, Jumat (30/10/2026), sebagaimana diberitakan Florespos, Minggu (01/11/2026).
Menurut Yuyun, keberhasilan pengembangan teknologi tidak cukup diukur dari pengetahuan yang dihasilkan. Teknologi tersebut harus bisa diterapkan secara langsung oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat ekonomi dan mendorong tumbuhnya kegiatan usaha berbasis potensi desa.
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keterlibatan tim perguruan tinggi bersama masyarakat dalam proses pengembangan teknologi pengolahan dengan dukungan sejumlah peralatan. Pendekatan ini menjadi bagian dari pengenalan metode pengolahan yang lebih efektif untuk meningkatkan pemanfaatan hasil pertanian lokal.
Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi perdesaan. Pendampingan dan penerapan teknologi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperluas peluang pemasaran, serta memperkuat kemandirian ekonomi rumah tangga.
Dengan pengembangan hortikultura dan nira lontar menjadi produk olahan, Desa Wairbleler berpeluang meningkatkan nilai ekonomi sumber daya lokal. Keberlanjutan penerapan teknologi dan kemampuan masyarakat mengembangkan usaha menjadi faktor penting agar inovasi tersebut memberikan manfaat jangka panjang. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara