Turnamen yang melibatkan 76 tim selama 39 hari itu dimenangkan Kopi Saring FC dan diharapkan menjadi awal pembinaan sepak bola lokal yang lebih terstruktur di Kabupaten Sanggau.
SANGGAU DESA NUSANTARA – Turnamen Desa Hilir Cup 1 yang diikuti 76 tim selama 39 hari membuka peluang pengembangan kompetisi sepak bola lokal di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Paolus Hadi, mendorong agar ajang tersebut menjadi pijakan untuk membangun kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Turnamen mini soccer yang digelar di Lapangan Gelora Tiong Kandang, Kecamatan Balai, itu resmi ditutup pada Sabtu (24/10/2026) malam. Kopi Saring FC keluar sebagai juara pertama, disusul A-gas FC dari Kecamatan Tayan Hilir di posisi kedua.
Bar X Jhoni FC dari Kota Pontianak menempati peringkat ketiga, sedangkan Porsega Segalang dari Kecamatan Balai berada di urutan keempat. Persaingan yang melibatkan puluhan tim dari berbagai daerah di Kalimantan Barat tersebut menunjukkan tingginya partisipasi dalam kompetisi sepak bola tingkat lokal.
“Ini pertama kali dilaksanakan di Desa Hilir, ini luar biasa menurut saya open turnamen yang bagus, apalagi se-Kalimantan Barat. Dan luar biasa didukung juga oleh Bapak Ketua DPRD, sampai ada lampu untuk Gelora Tiong Kandang. Ini sebuah event yang menarik di tingkat kecamatan,” kata Paolus, sebagaimana diberitakan Gesuri pada Sabtu (24/10/2026).
Paolus, yang juga menjabat Ketua Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Sanggau, berharap penyelenggaraan turnamen serupa dapat diperluas ke kecamatan lain. Ia menilai kompetisi yang rutin dan terkelola dengan baik berpotensi berkembang menjadi liga dengan sistem pertandingan yang lebih terarah.
Menurut Paolus, sepak bola sebagai olahraga yang dekat dengan masyarakat perlu didukung melalui kompetisi yang memperhatikan kualitas pertandingan, pengelolaan penyelenggaraan, dan sportivitas. Keberlanjutan kegiatan dinilai penting agar kesempatan bermain dan berkembang bagi para pemain tidak berhenti setelah turnamen berakhir.
Dukungan terhadap pembinaan sepak bola daerah juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sanggau, Hendrikus Hengki. Ia menilai turnamen tersebut dapat menjadi sarana untuk mengenali potensi pemain berbakat, terutama dari Kecamatan Balai dan wilayah sekitarnya.
Menurut Hengki, kompetisi lokal perlu terus digelar dengan memberi ruang lebih besar kepada pemain daerah. Dengan adanya pertandingan yang berkesinambungan, pemain potensial diharapkan dapat teridentifikasi dan memperoleh kesempatan untuk berkembang hingga mewakili Sanggau dalam kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
Penutupan Desa Hilir Cup 1 turut dihadiri sejumlah anggota DPRD Sanggau, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Balai, panitia, dan undangan lainnya.
Ketua panitia pelaksana yang juga Kepala Desa (Kades) Hilir, Ashadi Cahyadi, menyampaikan bahwa turnamen diikuti 76 tim dan berlangsung selama 39 hari hingga berakhir pada malam final. Durasi penyelenggaraan tersebut menjadi salah satu modal untuk mengevaluasi pelaksanaan dan merancang kompetisi berikutnya.
Ke depan, keberlanjutan turnamen seperti Desa Hilir Cup 1 diharapkan tidak hanya menjaga antusiasme masyarakat terhadap sepak bola, tetapi juga mendukung pembinaan pemain lokal melalui kompetisi yang konsisten, terorganisasi, dan menjunjung sportivitas. []
Redaksi 1
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara