Disdikbud Kutim menekankan pentingnya kontribusi nyata Asosiasi Guru Motivator Literasi melalui penguatan program dan kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan capaian literasi daerah yang masih berada di bawah target nasional.
ADVERTORIAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong Asosiasi Guru Motivator Literasi agar tidak hanya berfokus pada pembentukan kepengurusan, tetapi juga mampu menjalankan program nyata untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Dorongan tersebut muncul di tengah capaian literasi daerah yang masih berada di bawah target dan capaian nasional.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa keberadaan organisasi yang bergerak di bidang literasi harus memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan pendidikan. Karena itu, pembentukan asosiasi perlu diikuti langkah konkret yang dapat mendukung peningkatan kualitas literasi.
Penegasan tersebut disampaikan Mulyono saat mewakili Bupati Kutim dalam diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) persiapan pembentukan kepengurusan Asosiasi Guru Motivator Literasi di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Selasa (20/10/2026).
“Yang terpenting, asosiasi ini bukan hanya sekadar dibentuk atau dilantik, tetapi apa yang harus dikerjakan. Ini yang paling penting,” tegas Mulyono.
Menurutnya, pembentukan organisasi harus menjadi langkah awal untuk memperkuat gerakan literasi, bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif atau membentuk struktur kepengurusan.
Ia berharap asosiasi tersebut dapat berperan dalam mendorong kegiatan literasi yang terarah, sekaligus membangun kerja sama dengan instansi pemerintah, tenaga pendidik, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Dorongan tersebut berkaitan dengan hasil evaluasi capaian literasi Kutim yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi daerah masih belum memenuhi target yang ditetapkan. Mulyono mengungkapkan, kondisi tersebut telah dibahas melalui evaluasi data yang dilakukan sehari sebelum pelaksanaan FGD.
“Nilai literasi Kutai Timur itu sebenarnya masih di bawah target, di bawah capaian nasional. Ini kita akui, karena kemarin kita sudah bedah data. Literasi ini juga menjadi salah satu dari 15 SPM di bidang pendidikan,” ujar Mulyono.
Ia menjelaskan, literasi merupakan salah satu aspek yang diperhatikan dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. Oleh karena itu, capaian yang masih rendah harus menjadi dasar penyusunan langkah perbaikan yang lebih terarah.
Persoalan tersebut, menurut Mulyono, tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan yang bersifat seremonial. Diperlukan kerja sama berkelanjutan agar berbagai program literasi dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan masyarakat.
Dalam upaya memperkuat gerakan tersebut, Disdikbud Kutim menilai koordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutim menjadi salah satu kebutuhan penting. Kedua instansi memiliki peran yang saling berkaitan, terutama dalam mendukung pembelajaran di lingkungan pendidikan serta mengembangkan budaya literasi di masyarakat.
“Pendidikan dan perpustakaan ini saudara kandung. Kegiatan literasi ini tugasnya Dinas Pendidikan dan juga tugasnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kita sama-sama mengerjakan ini,” jelasnya.
Mulyono menilai kerja sama antarlembaga diperlukan agar pelaksanaan kegiatan literasi dapat saling melengkapi sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Selain meningkatkan koordinasi antara kedua instansi, ia juga mendorong keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga pendidik, sektor swasta, dan unsur masyarakat dalam mendukung kegiatan literasi.
Partisipasi berbagai pihak dinilai penting untuk memperluas akses terhadap sumber daya yang diperlukan, termasuk dukungan fasilitas, pelaksanaan kegiatan, dan peluang pendanaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dukungan dari pihak-pihak terkait, terutama OPD-OPD, sangat dibutuhkan sehingga memudahkan dalam hal akses. Mudah-mudahan juga bisa tersupport untuk pendanaan,” katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, keberadaan Asosiasi Guru Motivator Literasi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kegiatan literasi yang berorientasi pada peningkatan kemampuan masyarakat.
Mulyono berharap hasil evaluasi capaian literasi tidak berhenti sebagai bahan pembahasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan yang terarah dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan penguatan peran organisasi, koordinasi antarlembaga, dan dukungan lintas sektor, Disdikbud Kutim berharap gerakan literasi dapat berkembang secara berkelanjutan serta membantu memperkecil kesenjangan capaian literasi daerah terhadap target dan capaian nasional. []
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara