Distransnaker Kutim Siapkan Langkah Cetak Wirausaha Muda

Keterbatasan anggaran mendorong Distransnaker Kutim mengusulkan pelatihan kewirausahaan melalui balai pelatihan kerja Pemprov Kaltim guna membantu generasi muda menciptakan usaha mandiri dan memperluas kesempatan kerja.

ADVERTORIAL – Keterbatasan anggaran membuat Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda pada 2026. Untuk mengatasi kendala tersebut, Distransnaker Kutim mengajukan usulan pelatihan kepada balai pelatihan kerja milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda.

Langkah tersebut ditempuh untuk membuka kesempatan bagi pemuda Kutim memperoleh keterampilan berwirausaha tanpa sepenuhnya bergantung pada pembiayaan pemerintah daerah. Pelatihan itu juga diharapkan dapat mendorong terciptanya usaha mandiri yang berpotensi membuka lapangan kerja baru.

Kepala Dinas (Kadis) Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutim, Sulisman, mengungkapkan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam memperluas penyelenggaraan pelatihan. Karena itu, pihaknya mengupayakan dukungan fasilitas pelatihan yang dikelola Pemprov Kaltim.

“Tapi untuk anggaran cukup terbatas kan. Jadi untuk tahun ini kami baru bisa mengusulkan ke balai pelatihan di Samarinda. Nah jadi nanti dengan usulan kami itu berharap kami nanti ada juga banyak juga yang terserap di pelatihan-pelatihan untuk anak-anak muda, khususnya terkait dengan dunia usaha,” ungkap Sulisman.

Menurutnya, pengembangan keterampilan generasi muda perlu diarahkan pada kemampuan menciptakan peluang usaha, bukan hanya menyiapkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Distransnaker Kutim berharap pelatihan yang diusulkan tersebut dapat memberikan bekal praktis kepada generasi muda untuk mengembangkan usaha produktif sekaligus memperluas sumber penghasilan masyarakat.

“Ya kami berharap ada pelatihan untuk dunia usaha memang. Jadi artinya bukan melakukan bimtek atau pelatihan skill saja, tapi juga untuk dunia usaha, untuk anak-anak muda juga kami berharap bisa melakukan itu,” kata Sulisman saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/10/2026).

Penguatan kewirausahaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja di luar sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu sumber pekerjaan masyarakat Kutim.

Melalui pembekalan keterampilan dan pengembangan usaha mandiri, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.

Sulisman menjelaskan, pendekatan tersebut sejalan dengan target penciptaan 50.000 lapangan kerja yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. Menurutnya, pencapaian target itu memerlukan kontribusi dari berbagai sektor ekonomi, termasuk usaha yang dirintis generasi muda.

“Berharap kan bahwa 50.000 tenaga kerja itu tidak hanya dipenuhi dengan pemenuhan di industri atau di tambang dan kebun juga, mudah-mudahan bisa diisi melalui dunia usaha yang diciptakan oleh anak-anak muda di Kutai Timur,” tandas Sulisman.

Dengan mengusulkan pelatihan melalui fasilitas milik Pemprov Kaltim, Distransnaker Kutim berharap keterbatasan anggaran tidak menghentikan upaya peningkatan keterampilan masyarakat. Dukungan pelatihan kewirausahaan diharapkan dapat memperluas kesempatan generasi muda membangun usaha sekaligus berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja yang lebih beragam di Kutim. []

About admin04

Check Also

Distransnaker Kutim Dorong Perusahaan Rekrut 100 Persen Pekerja Lokal

PDF 📄Distransnaker Kutim mendorong perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan minimal 80 persen, seiring …

Distransnaker Kutim Dorong Transparansi Rekrutmen Karyawan Perusahaan

PDF 📄Distransnaker Kutim mendorong penggunaan kartu kuning dalam rekrutmen perusahaan untuk memperbaiki pendataan pencari kerja, …

Pemkab Kutim Perkuat Sinergi Antarinstansi untuk Optimalkan Bansos Digital

PDF 📄Wabup Kutim Mahyunadi mendorong koordinasi perangkat daerah hingga tingkat RT untuk memperkuat pendataan penerima …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *