Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mendorong edukasi kesehatan reproduksi bagi pelajar putri untuk meningkatkan kesadaran pencegahan kanker serviks dan mempersiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
ADVERTORIAL – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mendorong penguatan edukasi kesehatan reproduksi bagi generasi muda, khususnya pelajar putri, sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks. Edukasi tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi yang sehat dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Dorongan itu disampaikan Ardiansyah ketika membuka kegiatan pemeriksaan Pap smear gratis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan perempuan tidak boleh hanya berfokus pada pemeriksaan medis, tetapi juga perlu disertai peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit.
Ardiansyah menilai edukasi kesehatan perlu diberikan secara berkelanjutan, termasuk kepada pelajar putri pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Saya berharap kegiatan Pap Smear ini tidak hanya hari ini, tetapi terus disosialisasikan kepada anak-anak putri kita, pelajar SMP dan SMA, agar mereka betul-betul memahami persoalan ini. Jangan sampai bonus demografi kita dirusak dengan kesehatan yang terganggu,” katanya.
Ardiansyah menekankan pentingnya membangun pemahaman mengenai kesehatan sejak usia muda. Menurutnya, generasi yang memiliki pengetahuan kesehatan memadai diharapkan mampu menjaga kondisi tubuh dan lebih memahami langkah pencegahan penyakit.
Edukasi kesehatan reproduksi juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan pembangunan pada masa mendatang.
Dalam konteks pencegahan kanker serviks, penyampaian informasi kesehatan kepada pelajar perlu disesuaikan dengan usia dan kebutuhan mereka, termasuk mengenai faktor risiko penyakit, pentingnya vaksinasi virus papiloma manusia atau Human Papillomavirus (HPV), serta pemeriksaan kesehatan pada usia yang direkomendasikan tenaga medis.
Adapun pemeriksaan Pap smear merupakan salah satu metode skrining untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker.
Pemeriksaan tersebut ditujukan kepada kelompok sasaran yang memenuhi kriteria sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, sehingga pelaksanaan edukasi bagi pelajar tidak serta-merta berarti pemeriksaan Pap smear harus dilakukan pada usia sekolah.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan perempuan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyelenggarakan pemeriksaan Pap smear gratis bagi peserta JKN.
Pelaksanaan kegiatan tersebut dipusatkan di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Teluk Lingga, Puskesmas Sangatta Utara, dan Puskesmas Sangatta Selatan. Program pemeriksaan kesehatan perempuan tersebut direncanakan diperluas secara bertahap ke kecamatan lainnya agar akses deteksi dini semakin merata.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala dan mengenali risiko penyakit sejak dini.
Penguatan edukasi juga diharapkan dapat mendorong keterlibatan keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan dalam membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan generasi muda. Langkah ini sejalan dengan upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang sehat dan produktif untuk menghadapi periode bonus demografi serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dengan menggabungkan edukasi kesehatan reproduksi dan perluasan akses pemeriksaan sesuai kelompok sasaran, Pemkab Kutim berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kanker serviks semakin meningkat dan kesehatan perempuan dapat terjaga secara berkelanjutan. []
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara