Disdikbud Kutim Dorong Sinergi Lintas Jenjang untuk Perkuat Program Beasiswa

Disdikbud Kutim mendorong kerja sama pemerintah daerah, sekolah, dan perguruan tinggi untuk memperkuat kesinambungan pendidikan, membuka peluang pengembangan program beasiswa, serta meningkatkan budaya literasi.

ADVERTORIAL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, dan perguruan tinggi untuk mendukung kesinambungan pendidikan, termasuk pengembangan program beasiswa bagi peserta didik. Langkah ini dinilai penting agar perbedaan kewenangan pengelolaan pendidikan tidak menghambat koordinasi dan pelaksanaan program antarlembaga.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, menilai kolaborasi lintas jenjang pendidikan perlu diperkuat untuk membuka peluang pengembangan program yang saling mendukung, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) persiapan pembentukan pengurus Asosiasi Guru Motivator Literasi Kabupaten Kutim di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Selasa (20/10/2026).

Menurut Mulyono, kesinambungan program pendidikan membutuhkan komunikasi yang baik antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan perguruan tinggi. Salah satu bidang yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kerja sama tersebut adalah program beasiswa.

Ia menjelaskan, pembagian kewenangan penyelenggaraan pendidikan menyebabkan komunikasi antarlembaga belum berjalan secara optimal. Kondisi ini menjadi tantangan dalam membangun program pendidikan yang terintegrasi.

“Saya menjadi kepala dinas pendidikan yang cukup sedih. Orang tahunya pendidikan itu dari PAUD sampai perguruan tinggi. Tetapi sekat-sekat ini membuat kita putus kontak,” ungkapnya.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang pendidikan dasar berada dalam lingkup koordinasi pemerintah kabupaten, sedangkan pengelolaan pendidikan menengah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Sementara itu, pendidikan tinggi memiliki tata kelola tersendiri.

Meski kewenangan administratif berbeda, Mulyono menilai seluruh lembaga pendidikan tetap memiliki kepentingan yang sama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kutim.

Ia mengakui komunikasi Disdikbud Kutim dengan lembaga pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selama ini masih berlangsung, meskipun belum maksimal. Adapun komunikasi dengan perguruan tinggi dinilainya masih sangat terbatas.

“Alhamdulillah selama ini dengan SMA dan SMK, walaupun masih terbatas, komunikasi tetap berjalan. Padahal mungkin ada beberapa hal yang bisa saling kita support,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan antarlembaga pendidikan perlu dibangun secara berkelanjutan agar berbagai peluang kerja sama dapat dimanfaatkan, termasuk untuk mendukung peserta didik yang melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Penguatan koordinasi tersebut juga dapat membuka ruang pertukaran informasi dan penyelarasan program antara pemerintah daerah, sekolah, serta perguruan tinggi sesuai kewenangan masing-masing.

“Biarlah sekat-sekat itu tetap ada, tetapi kita sebagai pelaksana bisa terus saling berkomunikasi dan berkoordinasi. Itu yang penting,” tegasnya.

Selain pengembangan program beasiswa, Mulyono menilai kolaborasi lintas lembaga memiliki peran penting dalam meningkatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Ia mengapresiasi kepedulian berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan FGD persiapan pembentukan pengurus Asosiasi Guru Motivator Literasi Kabupaten Kutim.

Menurutnya, keterlibatan tenaga pendidik dan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama, memperkuat pertukaran pengalaman, serta mengembangkan kegiatan literasi di berbagai jenjang pendidikan.

Melalui forum tersebut, Disdikbud Kutim berharap terbentuk komunikasi yang lebih terbuka antara lembaga pendidikan, sehingga pengembangan program beasiswa, penguatan literasi, dan peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan secara terpadu.

Sinergi lintas jenjang ini diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat kesinambungan pendidikan sekaligus memperluas peluang pengembangan sumber daya manusia di Kutim melalui kerja sama yang berkelanjutan. []

About admin04

Check Also

Tutup HUT ke-27 Kutim, Ardiansyah Tekankan Kinerja ASN

PDF đź“„Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengajak ASN meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama …

Bupati Kutim Dorong Edukasi Kanker Serviks bagi Pelajar Putri

PDF đź“„Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mendorong edukasi kesehatan reproduksi bagi pelajar putri untuk meningkatkan kesadaran …

Bupati Kutim Minta Puskesmas Perluas Layanan Jaminan Sosial Pekerja

PDF đź“„Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mendorong perluasan pelayanan jemput bola melalui puskesmas dan kecamatan untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *