MANGGARAI TIMUR – Ribuan gempa susulan yang terus mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menghambat pelayanan kesehatan bagi korban gempa di desa-desa Kabupaten Manggarai Timur. Kondisi itu terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Gangguan pelayanan terutama terjadi di Kecamatan Lamba Leda Utara. Gempa susulan bermagnitudo 5 yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) membuat petugas dan relawan harus mencari lokasi aman sehingga sejumlah agenda pelayanan kepada warga terdampak terpaksa ditunda.
Camat Lamba Leda Utara Agustinus Supratman mengatakan hampir seluruh aktivitas di wilayahnya terganggu akibat warga dan petugas diliputi kepanikan setiap kali terjadi guncangan.
“Jadwal menjadi kacau. Petugas dan relawan mencari tempat yang aman dan tempat perlindungan. Ada yang dari tempat yang rendah pindah menuju ke tempat yang lebih tinggi,” kata Agustinus, Kamis malam.
Menurut Agustinus, situasi tersebut juga berdampak langsung pada pelayanan kesehatan. Sejumlah petugas sebelumnya dijadwalkan mendatangi desa-desa untuk memeriksa dan menangani warga yang terdampak gempa, tetapi kunjungan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal karena guncangan terus berulang.
Pelayanan kesehatan ke desa-desa akan dijadwalkan kembali setelah kondisi dinilai lebih aman bagi petugas, relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
“Guncangan gempa terasa besar dengan rentan waktu singkat. Jarak waktu antara gempa satu dan lainnya berdekatan,” pungkasnya.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang mencatat 3.618 gempa bumi susulan hingga Kamis (20/8/2026) pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1.
BMKG juga mencatat 28 gempa susulan berkekuatan di atas magnitudo 5 dan 108 gempa dirasakan oleh masyarakat. Tingginya frekuensi guncangan membuat aktivitas penanganan korban di lapangan menghadapi tantangan tambahan.
Pemerintah dan petugas di lapangan kini perlu menyesuaikan kembali jadwal pelayanan, terutama bagi warga desa yang belum memperoleh penanganan setelah gempa utama. Pemulihan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan korban tetap terpenuhi di tengah ancaman gempa susulan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara