Kisah Desa Les Menjaga Alam Sambil Mendorong Ekonomi Masyarakat

BULELENG – Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat dengan menjadikan kelestarian alam, tradisi lokal, dan produk warga sebagai kekuatan ekonomi desa. Pendekatan tersebut diperkuat melalui program Desa Sejahtera Astra yang mendorong masyarakat menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi wisata dan usaha lokal.

Salah satu penggerak upaya tersebut ialah Nyoman Nadiana yang akrab disapa Bli Don Rare. Ia merupakan pemandu wisata sekaligus penggerak pariwisata berbasis masyarakat di Desa Les dan menjabat Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Segare Gunung.

Sebagaimana diberitakan Yoursay, Sabtu (15/08/2026), Bli Nyoman sebelumnya pernah menjadi pemandu wisata di Bali Selatan. Pengalaman itu membuatnya melihat potensi Desa Les yang menurutnya dapat dikembangkan tanpa menghilangkan karakter asli masyarakat.

“Kenapa harus jauh-jauh kalau desaku sendiri ada surga yang belum dijual?”

Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menghubungkan pariwisata dengan kehidupan warga. Masyarakat tidak hanya diarahkan untuk memasarkan destinasi, tetapi juga memperkenalkan produk lokal seperti garam, gula, minyak kelapa, minuman tradisional, dan kerajinan.

Bli Nyoman bersama anak-anak muda setempat juga mengembangkan Tourdeles Bali, konsep wisata yang mengajak pengunjung berinteraksi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Wisatawan dapat menyusuri permukiman, pantai, dan perbukitan, melihat aktivitas nelayan, serta mempelajari pembuatan garam tradisional.

Upaya pengembangan wisata tersebut berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan. Kawasan laut Desa Les sebelumnya mengalami kerusakan akibat aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Warga bersama nelayan kemudian membentuk kelompok konservasi laut untuk melakukan transplantasi terumbu karang dan meninggalkan penggunaan racun serta bom ikan.

Perubahan kondisi pesisir selanjutnya membuka peluang pengembangan ekowisata bahari. Aktivitas seperti snorkeling dan diving diarahkan berbasis konservasi sehingga kelestarian laut tetap menjadi bagian penting dari kegiatan wisata.

Tradisi pembuatan garam palungan juga menjadi salah satu potensi yang dipertahankan. Garam dibuat secara alami dengan mengalirkan air laut ke area pengolahan, mengeringkannya di bawah sinar matahari, kemudian menggunakan palungan atau cetakan kayu tradisional.

Selain memiliki nilai budaya, proses tersebut dikembangkan menjadi pengalaman wisata. Pengunjung dapat melihat secara langsung tahapan pembuatan garam, sementara pemasaran yang lebih luas diharapkan meningkatkan nilai ekonomi produk warga.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Giri Segara turut membuka peluang pemasaran produk tersebut. Dengan demikian, tradisi pembuatan garam yang sebelumnya berpotensi ditinggalkan memperoleh nilai ekonomi baru sekaligus menjadi bagian dari identitas wisata desa.

Penguatan berbagai potensi itu semakin berkembang setelah Desa Les memperoleh pendampingan melalui program Desa Sejahtera Astra sejak 2024. Program tersebut mencakup empat bidang utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Pada bidang lingkungan, masyarakat menjalankan aksi iklim berbasis komunitas, termasuk konservasi terumbu karang dan program Les Grow yang mengolah sampah organik menjadi kompos melalui pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) desa.

Sementara di bidang kesehatan, kegiatan pos pelayanan terpadu (Posyandu), edukasi kehamilan, serta pemberian makanan tambahan bagi anak menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat. Di sektor pendidikan, masyarakat mendapat penguatan pendidikan dasar, pembelajaran bahasa Inggris, serta pengenalan pariwisata kepada generasi muda.

Generasi muda kemudian diproyeksikan tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pemandu wisata lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penggerak promosi desa melalui teknologi digital.

Pengembangan wisata juga dilakukan dengan melibatkan warga secara langsung. Homestay menjadi salah satu pilihan akomodasi sehingga manfaat ekonomi wisata dapat dirasakan masyarakat. Wisatawan pun dapat berinteraksi dengan warga, mengenal kehidupan sehari-hari, menikmati kuliner lokal, serta memahami hubungan masyarakat dengan lingkungan sekitarnya.

Kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, BUMDes, dan pendampingan Desa Sejahtera Astra disebut telah menjangkau lebih dari 800 warga, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat hingga 25 persen, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan penyerapan produk lokal.

Desa Les juga meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pengembangan destinasi dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan budaya dan karakter masyarakat setempat.

Keberlanjutan program di Desa Les diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keberlangsungan tradisi. Bagi masyarakat, alam dan budaya bukan sekadar aset wisata, melainkan modal untuk membangun kemandirian desa dalam jangka panjang. []

Redaksi02 |  Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Bringin Didorong Perkuat Kesadaran Kesehatan lewat KKN UNW

PDF 📄SEMARANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Ngudi Waluyo (KKN UNW) mendorong masyarakat Desa …

Zulhas Pastikan 35 Ribu Kopdes Siap Beroperasi September

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah menargetkan 35 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kelurahan Merah Putih) …

Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Investasi Tembus Rp1.010 Triliun

PDF 📄JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,45 persen pada semester I 2026 dibarengi upaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *