BANYUMAS – Teknologi Digital Didorong Jadi Penguat Desa Wisata Panembangan Pemanfaatan teknologi digital mulai diarahkan untuk memperkuat pengelolaan dan promosi Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Langkah itu dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan sistem informasi wisata yang diikuti pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8/2026) tersebut digelar tim Pengabdian kepada Masyarakat (IbM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) bersama Pemerintah Desa Panembangan dan Pokdarwis. Program tersebut merupakan bagian dari pendampingan perintisan transportasi wisata berbasis komunitas yang mendapat dukungan pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Sebagaimana diberitakan Tribun Jateng, Jumat (14/08/2026), pelatihan diikuti 15 pengurus Pokdarwis dengan materi utama mengenai penggunaan sistem informasi sebagai media promosi sekaligus sarana untuk mengelola destinasi wisata secara lebih efektif.
Melalui sistem tersebut, pengelola diharapkan dapat menyajikan informasi yang terintegrasi mengenai potensi wisata, aksesibilitas, fasilitas, dan layanan. Penggunaan teknologi itu dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi wisatawan.
Selain memberikan pelatihan, tim IbM juga menyerahkan sejumlah sarana pendukung operasional kepada Pokdarwis berupa speaker aktif portabel, printer, dan router Wi-Fi. Peralatan tersebut ditujukan untuk membantu administrasi dan memperkuat jaringan internet di kawasan Minapadi.
“Kami menyerahkan sarana pendukung operasional berupa speaker aktif portable, printer, dan router Wi-Fi kepada Pokdarwis. Peralatan ini diharapkan berguna untuk mendukung kegiatan Pokdarwis, memperlancar administrasi, dan memperkuat jaringan internet di kawasan Minapadi,” ungkap Dr. Juanita.
Tim juga memperkenalkan rancangan Peta Wisata Desa Panembangan yang membagi kawasan destinasi ke dalam empat zona, yakni Kawasan Petualangan, Kawasan Pengalaman, Kawasan Keramahan, dan Kawasan Keselamatan. Peta tersebut nantinya diharapkan menjadi panduan bagi wisatawan untuk mengenali berbagai potensi yang tersedia di desa.
“Kami menekankan pentingnya pengelolaan profesional dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan desa wisata yang berkelanjutan,” tegasnya.
Kepala Desa Panembangan Untung Sanyoto menyambut pendampingan tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan baru bagi pengelola desa wisata. Program itu juga diharapkan membantu masyarakat menyesuaikan pengelolaan destinasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan wisatawan.
“Kami sangat berterimaksih kepada Ibu dosen yang telah memilih desa wisata panembangan menjadi lokasi Ibm, tentu program tersebut sangat bermanfaat bagi kami dan menambah wawasan baru bagi pengola desa wisata, agar bisa mengikuti perkembangan zaman dan membuat pengunjung lebih nyaman dan ingin datang kembali ke panembangan,” tutupnya.
Kolaborasi antara UMP, pemerintah desa, dan Pokdarwis selanjutnya diharapkan tidak hanya meningkatkan promosi, tetapi juga memperkuat aksesibilitas, kualitas pelayanan, serta keberlanjutan pengelolaan wisata berbasis masyarakat di Panembangan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara