Kekeringan Mengancam, Pemerintah Buka Akses Alsintan untuk Buruh Tani

GRESIK – Pemerintah pusat menyiapkan kemudahan akses bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) bagi buruh tani, termasuk melalui penyederhanaan mekanisme pengajuan. Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), Selasa, 11 Agustus 2026.

Rencana itu muncul bersamaan dengan penyaluran bantuan untuk menghadapi ancaman kekeringan di wilayah tersebut. Bantuan yang diberikan terdiri atas 54 unit irigasi perpompaan, sembilan unit irigasi perpipaan, rehabilitasi 12 unit jaringan irigasi tersier, serta dua unit traktor roda dua bagi buruh tani.

Selain bantuan sarana pertanian, Amran meninjau lahan yang terdampak kekeringan dengan luas lebih dari 200 hektare. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu produktivitas pertanian apabila tidak segera ditangani.

“Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah, karena berpotensi mempengaruhi produktivitas pertanian apabila tidak segera ditangani,” kata Amran.

Sebagaimana diberitakan Surya, Rabu, (12/08/2026), pemerintah menyiapkan dua pendekatan untuk menangani lahan yang mengalami kekeringan. Lahan yang masih memiliki sumber air di sekitar sawah akan dibantu pompa, sedangkan lahan yang tidak memiliki sumber air akan ditangani melalui pembangunan sumur dangkal.

“Kita bagi dua solusinya. Yang pertama, yang ada sumber air dekat dari sawah yang kekeringan, kita berikan pompa langsung. Tidak ada basa-basi, tidak birokrasi panjang. Yang kedua, yang tidak ada sumber air, kita siapkan sumur dangkal,” kata Mentan Amran.

Amran mengatakan pemerintah tidak ingin ancaman kekeringan menghambat produksi pertanian. Ia menyebut produksi beras Jatim saat ini relatif aman dengan sekitar 1,3 juta ton, tetapi upaya mitigasi tetap diperlukan untuk menghadapi risiko kekeringan.

“Kita tenang, tetapi kita tidak boleh lengah. Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” katanya.

Dalam rencana perubahan regulasi, buruh tani akan mendapat akses lebih luas terhadap berbagai bantuan Alsintan, seperti traktor, combine harvester, alat tanam, dan peralatan pertanian lainnya. Selama ini, keterbatasan regulasi dinilai masih menjadi salah satu hambatan bagi kelompok buruh tani untuk memperoleh bantuan tersebut.

Mekanisme pengusulan juga akan disederhanakan dengan memperkuat peran penyuluh pertanian lapangan (PPL). Pengajuan bantuan diarahkan agar tidak melalui proses administrasi yang berbelit-belit.

“Tanda tangannya tidak usah ribet. Cukup PPL kami terima. PPL tanda tangan, kami terima di Jakarta, kami kirim alatnya kepada yang membutuhkan,” kata Mentan Amran.

Amran juga menyatakan pemerintah pusat siap berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) apabila terdapat persoalan pertanahan yang menghambat kebutuhan masyarakat. Ia meminta persoalan tersebut disampaikan secara tertulis agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau kepentingan rakyat, Presiden perintahkan layani. Tidak usah basa-basi,” tegas Amran.

Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi pertanian di Desa Munggugianti. Menurutnya, bantuan sarana pengairan dan pertanian dibutuhkan untuk menjaga produktivitas lahan selama musim kemarau.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para petani di Kabupaten Gresik. Bantuan ini tentu sangat berarti, terutama untuk menjaga ketersediaan air dan produktivitas lahan pertanian di tengah musim kemarau,” kata Wabup Alif.

Alif mengatakan dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan bagi Gresik untuk memperkuat upaya menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah pusat dalam menghadapi perubahan cuaca.

“Gresik siap bersinergi dan mendukung penuh program Pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Kami akan terus memperkuat infrastruktur pertanian, memastikan bantuan tepat sasaran, serta mendorong petani agar semakin produktif dan sejahtera,” katanya.

Penyederhanaan akses bantuan bagi buruh tani diharapkan membuat sarana produksi lebih mudah menjangkau kelompok yang membutuhkan. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian desa di tengah ancaman kekeringan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Saentis Punya Fasilitas Baru untuk Olahraga, Keluarga, dan Usaha

PDF đź“„DELI SERDANG – Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan di Desa Saentis kini menjadi ruang …

Bantuan Pusat Masuk 115 Lokasi, Petani Demak Dibantu Hadapi Kekeringan

PDF đź“„DEM​​AK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak memperkuat ketahanan sektor pertanian melalui pembangunan dan perbaikan …

Akta Kelahiran Digital Dipercepat, Desa Jadi Mata Rantai Penting

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah Desa (Pemdes) akan mendapat peran lebih besar dalam memperbarui data kependudukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *