Kebakaran Bromo Meluas, Ranupane Tetap Jadi Sumber Air Pemadaman

LUMAJANG – Danau Ranupane di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), masih mampu memasok air untuk operasi pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), meski kondisi danau mulai mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur. Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih dapat mengambil hingga 1.000 liter air dalam sekali pengambilan dari bagian tengah danau.

Danau Ranupane menjadi salah satu sumber air yang digunakan dalam operasi water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan di kawasan Bromo. Selain dari Ranupane, pengambilan air juga dilakukan di Ranu Regulo untuk mendukung operasi udara tersebut.

Kepala Resort PTN Ranupani Ariyanto membenarkan kondisi pendangkalan di Danau Ranupane. Namun, menurut dia, air di bagian tengah danau masih tersedia dan dapat digunakan untuk kebutuhan pemadaman.

“Memang benar ada pendangkalan tapi di bagian tengah danau air masih bisa diambil, kalau di pinggir sudah bercampur lumpur,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Pendangkalan membuat pengambilan air harus dilakukan lebih terarah karena endapan lumpur telah memenuhi kawasan tepi danau. Kondisi itu belum menghentikan operasi pemadaman karena bagian tengah masih memiliki kedalaman dan volume air yang mencukupi.

Ariyanto juga mengatakan Ranu Regulo masih dapat digunakan sebagai sumber air alternatif selama proses pemadaman berlangsung.

“Begitu juga di Regulo kebutuhan air masih cukup sampai nanti proses pemadaman berakhir,” kata Ari.

Pilot helikopter BNPB Janji Tambunan menjelaskan pengambilan air dari Ranupane kini harus dilakukan dari bagian tengah danau untuk menghindari campuran lumpur.

“Walaupun debit air sudah berkurang tapi masih bisa diambil di bagian tengah masih banyak airnya masih bisa ambil full 1.000 liter, kalau untuk pemadaman masih cukup,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan Surya, Selasa, (11/08/2026), kondisi Ranupane tersebut menjadi bagian penting dalam keberlangsungan operasi pemadaman melalui udara di kawasan TNBTS. Pendangkalan danau belum menghambat pengambilan air, tetapi pengambilan dari bagian tengah menjadi pilihan untuk menjaga efektivitas operasi.

Kebakaran di kawasan TNBTS telah berdampak pada 742,7 hektare lahan sejak api pertama kali muncul pada Senin, 3 Agustus 2026. Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, titik api masih terpantau di wilayah P30 Kabupaten Probolinggo serta Penanjakan dan Blok Dingklik Kabupaten Pasuruan.

Kondisi kebakaran juga berdampak pada aktivitas wisata di kawasan Bromo. Seluruh pintu masuk menuju kawasan wisata Bromo masih ditutup untuk kunjungan wisatawan, sementara operasi pemadaman terus dilakukan menggunakan helikopter BNPB.

Keberadaan Ranupane dan Ranu Regulo sebagai sumber air menunjukkan pentingnya ketersediaan sumber air di sekitar kawasan TNBTS selama operasi pemadaman berlangsung. Selama volume air masih mencukupi, kedua danau tersebut tetap menopang upaya penanganan kebakaran yang hingga kini belum sepenuhnya berakhir. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Saentis Punya Fasilitas Baru untuk Olahraga, Keluarga, dan Usaha

PDF 📄DELI SERDANG – Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan di Desa Saentis kini menjadi ruang …

Bantuan Pusat Masuk 115 Lokasi, Petani Demak Dibantu Hadapi Kekeringan

PDF 📄DEM​​AK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak memperkuat ketahanan sektor pertanian melalui pembangunan dan perbaikan …

Akta Kelahiran Digital Dipercepat, Desa Jadi Mata Rantai Penting

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah Desa (Pemdes) akan mendapat peran lebih besar dalam memperbarui data kependudukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *