PTFI dan Warga Desa Banyuwangi Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

GRESIK – Gotong royong di Desa Banyuwangi, Kabupaten Gresik (Gresik), Jawa Timur, diarahkan tidak sekadar untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kebiasaan warga dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan yang digelar PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama masyarakat pada Minggu (9/8/2026) itu melibatkan sekitar 230 peserta.

Peserta terdiri atas karyawan PTFI, warga Dusun Banyutami, serta perangkat Pemerintah Desa Banyuwangi. Mereka membersihkan lingkungan dan bibir sungai, memperbaiki serta mengecat fasilitas umum, memasang papan edukasi kebersihan, dan menata kawasan dengan atribut menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk penghijauan dengan menggunakan kompos dari pengolahan sampah organik melalui Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) binaan PTFI. Pot tanaman yang digunakan juga berbahan daur ulang untuk mendorong pemanfaatan kembali material.

Vice President (VP) External Affairs PTFI Erika Silva mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari kolaborasi perusahaan dengan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, hijau, dan nyaman.

“Melalui semangat gotong royong, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan,” kata Erika sebagaimana diwartakan Antara, Minggu (9/8/2026).

Erika menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembersihan lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Menurut dia, keterlibatan warga diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan menjaga kebersihan secara konsisten.

“Yang terpenting adalah bagaimana kepedulian terhadap lingkungan ini menjadi bagian dari kebiasaan bersama, sehingga lingkungan yang bersih dan nyaman dapat terus dijaga oleh masyarakat,” katanya.

Sekretaris Desa Banyuwangi Muhammad Sobirin mengatakan kegiatan dipusatkan di pintu masuk Dusun Banyutami karena kawasan tersebut menjadi wajah bagi masyarakat setempat. Area sungai yang berada di pintu masuk desa juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan penghijauan, khususnya dengan tanaman buah-buahan yang hasilnya dapat dimanfaatkan warga.

“Ini adalah gerbangnya, wajah dari Dusun Banyutami, kemudian kita juga fokuskan ke sungai,” kata Sobirin.

Selain penghijauan, pemasangan umbul-umbul, Bendera Merah Putih, dan signage lingkungan menjadi bagian dari penataan kawasan menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Langkah tersebut diharapkan memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.

Kolaborasi antara PTFI, pemerintah desa, dan warga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan gotong royong satu hari. Pemanfaatan kompos dan material daur ulang menjadi bagian dari upaya membangun pola pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat masyarakat desa. []

Redaksi02 |  Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Target 10 Ton Padi per Hektare, Bekasi Modernisasi Pertanian Desa

PDF 📄BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menargetkan penerapan sistem pertanian modern mampu menggandakan …

Serangan Israel Ganggu Pemulihan Desa di Lebanon Selatan

PDF 📄BEIRUT – Serangan militer Israel di Lebanon selatan kembali berdampak pada kawasan permukiman dan …

Paus Leo XIV Soroti Korban Sipil di Tengah Konflik Ukraina

PDF 📄MOSKOW – Seruan untuk mengakhiri kekerasan dan mengutamakan jalur diplomasi kembali disampaikan Paus Leo …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *