Gapura HUT RI Desa Ta’aba Dibangun Warga Secara Gotong Royong

MALAKA – Semangat gotong royong warga Desa Ta’aba, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka (Malaka), Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi kekuatan utama dalam pembangunan gapura untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Gapura berukuran tinggi 4 meter dan lebar 5,5 meter itu dibangun secara bersama-sama dalam waktu 48 jam.

Pembangunan gapura dimulai pada Kamis, 6 Agustus 2026, dan melibatkan masyarakat desa secara luas. Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, kegiatan tersebut dimanfaatkan warga sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan serta rasa memiliki terhadap lingkungan desa.

Kepala Desa (Kades) Ta’aba Ida Hoar Nahak mengatakan gapura yang berada di pintu masuk desa tersebut dibuat menggunakan bahan kayu dengan desain yang menonjolkan unsur merah putih. Bagian atasnya dibuat melengkung menyerupai kepala burung garuda, sementara bagian tiang berbentuk bulat dan dihiasi bendera serta umbul-umbul.

“Perpaduan cat warna merah dan putih juga seimbang untuk keseluruhan bangunan gapura. Tak hanya itu, pagar minimalis bercat merah dan putih yang dipasang di pinggir tiang gapura juga dapat menambah nilai seni dari gapura itu,” ujar dia, Minggu (8/8), sebagaimana diberitakan NTTOnline, Senin (10/08/2026).

Menurut Nahak, pembangunan gapura tidak hanya menunjukkan kreativitas masyarakat, tetapi juga memperlihatkan tingginya partisipasi warga sejak proses awal pengerjaan.

“Gapura berukuran, tinggi 4 meter dan lebar 5,5 meter itu dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat dalam waktu 48 jam atau 2 hari, terhitung Kamis 6 Agustus 2026,” terang Nahak.

Keterlibatan masyarakat terus berlanjut hingga tahap pendirian gapura pada Minggu, 9 Agustus 2026. Warga bersama Kades Ta’aba bergotong royong mendirikan bangunan tersebut di pintu masuk desa.

“Saat hari berdiri Gapura, Minggu 9 Agustus 2026, puluhan masyarakat dipimpin Kepala Desa bergotong royong mendirikan gapura. Antusias masyarakat sungguh luar biasa,” tambah Nahak.

Dari sisi desain, gapura tersebut juga dibuat dengan bentuk yang berbeda. Warga menyebut rancangan itu sebagai model baru yang dibuat khusus untuk perayaan HUT ke-81 RI tahun ini.

“Kami buat gapura dengan model yang unik dan baru. Modelnya belum ada di google,” ungkap sejumlah warga.

Gapura tersebut memiliki bentuk dasar bulat dengan bagian atas melengkung. Perpaduan bentuk dan ornamen merah putih membuat bangunan itu sekaligus berfungsi sebagai penanda masuk desa dan karya visual masyarakat dalam menyambut peringatan kemerdekaan.

“Keunikan bentuk ini dapat menjadi daya tarik tersendiri dan menambah nilai artistik pada keseluruhan desain,” kata warga.

Kegiatan pembangunan gapura menunjukkan bahwa perayaan HUT RI di tingkat desa tidak hanya berlangsung melalui seremoni, tetapi juga dapat diwujudkan melalui keterlibatan langsung masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun selama pengerjaan diharapkan terus terjaga setelah rangkaian peringatan kemerdekaan berakhir. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

33.785 Peserta Tuntaskan Pelatihan Koperasi Merah Putih

PDF 📄JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan peserta pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan …

Usia ke-76, Teluknaga Fokus Perkuat Pelayanan Masyarakat

PDF 📄TANGERANG – HUT ke-76 Teluknaga Jadi Momentum Perkuat Pelayanan Publik Memasuki usia ke-76, Kecamatan …

KDMP dan UMKM Cirebon Disatukan untuk Dongkrak Ekonomi

PDF 📄CIREBON – 116 KDMP Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa Sebanyak 116 Koperasi Desa Merah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *