SAMBAS – Gelaran SARC Series Grasstrack Championship Seri II di Desa Sijang, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga otomotif, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ribuan penonton yang hadir selama dua hari penyelenggaraan turut menggerakkan aktivitas usaha warga melalui berbagai lapak makanan, minuman, hingga perlengkapan otomotif.
Kejuaraan yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2026, di Sirkuit Sijang Accord Racing tersebut menghadirkan puluhan pembalap dari sejumlah daerah, seperti Kabupaten Sambas (Sambas), Kabupaten Bengkayang (Bengkayang), Kabupaten Mempawah (Mempawah), hingga Kota Singkawang (Singkawang).
Sebanyak 12 kelas perlombaan dipertandingkan dalam ajang tersebut, mulai dari kategori anak-anak, pemula, pembalap dewasa, hingga kelas putri. Para crosser beradu kemampuan menaklukkan lintasan tanah dengan berbagai tikungan dan rintangan yang memacu adrenalin.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah penonton yang memadati area sirkuit. Meski kondisi cuaca cukup terik, warga dari berbagai wilayah tetap datang untuk menyaksikan pertandingan sekaligus menikmati suasana hiburan otomotif yang semakin diminati.
Selain menjadi panggung bagi para pembalap, kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga Desa Sijang. Puluhan pelaku usaha mikro memanfaatkan momentum keramaian dengan membuka berbagai usaha, mulai dari kuliner hingga penjualan kebutuhan otomotif.
Ketua Panitia Penyelenggara SARC Series Grasstrack Championship, Abdul Rahman, mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana pembinaan atlet dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, event ini mendapat sambutan yang sangat baik dari para crosser, baik dari Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah maupun Kota Singkawang. Insya Allah kegiatan ini akan berlanjut pada Seri III yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Pada seri pertama yang digelar Februari lalu bahkan diikuti crosser dari Pulau Jawa dan berbagai daerah di Kalimantan Barat,” ujarnya sebagaimana diwartakan Warta Pontianak, Selasa (04/08/2026).
Menurut Abdul Rahman, tingginya minat peserta menunjukkan olahraga grasstrack memiliki potensi besar untuk berkembang di Kalbar. Panitia pun berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan agar mampu melahirkan atlet otomotif berprestasi dari berbagai daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Harapan kami, ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga otomotif, tetapi juga menjadi ruang bagi para pecinta motocross dan grasstrack untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempererat silaturahmi antarcrosser dari berbagai daerah,” katanya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kejuaraan tersebut juga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat sekitar karena meningkatnya jumlah pengunjung selama kegiatan berlangsung.
“Event ini bukan hanya tentang balapan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Banyak warga yang memanfaatkan momentum ini untuk berjualan sehingga bisa menambah pendapatan keluarga,” ungkapnya.
Pada hari terakhir perlombaan, panitia menyerahkan piala kepada para juara dari seluruh kelas yang dipertandingkan. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Kepolisian Sektor (Polsek) Galing, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Galing, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Galing, Kepala Desa (Kades) Sijang, tokoh masyarakat, serta pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Sambas.
Bagi masyarakat, kejuaraan tersebut telah menjadi hiburan keluarga yang dinantikan. Salah seorang warga Kecamatan Tebas, Nudi, mengaku datang bersama keluarganya untuk menikmati suasana perlombaan.
“Kebetulan anak saya memang hobi melihat balap motor. Jadi kami sekeluarga datang ke Sijang untuk menonton grasstrack. Suasananya ramai, seru, dan pembalapnya juga banyak dari berbagai daerah,” ujarnya.
Keberhasilan SARC Series Grasstrack Championship Seri II menunjukkan bahwa kegiatan olahraga berbasis masyarakat dapat menjadi wadah pembinaan prestasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi desa. Ke depan, ajang tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak peserta dan pengunjung sehingga dampak positifnya semakin luas bagi masyarakat sekitar. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara