LUMAJANG – Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, bersiap menggelar Festival Rujak Otek 2026 sebagai upaya memperkenalkan kuliner tradisional sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Festival tahunan tersebut akan berlangsung di Lapangan Krajan, Desa Sumberwuluh, pada Sabtu (8/8/2026). Memasuki penyelenggaraan kelima, kegiatan ini mengusung tema “Nostalgia Rasa Sumberwuluh: Nguri-uri Tradisi, Nglarisne Dagangan Tonggo” yang bermakna menjaga tradisi sekaligus membantu mengembangkan usaha warga.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan sajian khas rujak otek, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya lokal melalui pertunjukan seni serta keterlibatan masyarakat desa. Panitia berharap festival tersebut mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperluas promosi produk lokal.
Ketua Pelaksana Festival Rujak Otek 2026 Bustamil Arifin mengatakan, penyelenggaraan festival bertujuan membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap makanan khas desa serta menggerakkan roda ekonomi warga.
“Melalui festival ini kami ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong dan mengajak masyarakat mencintai kuliner khas desa. Harapannya, pengunjung juga ikut mendukung UMKM dengan membeli produk-produk yang dijual warga,” ujarnya sebagaimana diberitakan Viva, Senin (03/08/2026).
Rangkaian acara akan dimulai pukul 13.00 WIB dengan menghadirkan 20 peracik rujak otek terbaik dari Desa Sumberwuluh. Panitia juga menyediakan 1.000 kupon rujak otek gratis bagi masyarakat yang hadir sebagai bentuk apresiasi dan daya tarik pengunjung.
Selain kuliner, festival akan dimeriahkan penampilan tari kreasi dari pelajar Desa Sumberwuluh serta iringan Gamelan Laras Pambayun yang membawa nuansa budaya khas kawasan lereng Semeru.
Kepala Desa Sumberwuluh Sulhan mengajak masyarakat Lumajang dan wisatawan untuk menghadiri festival yang telah menjadi agenda tahunan desa tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar acara kuliner karena menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat dan mendukung pelaku usaha lokal.
“Festival Rujak Otek bukan sekadar acara kuliner, tetapi menjadi ruang silaturahmi, pelestarian budaya, sekaligus upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Kami mengundang seluruh masyarakat Lumajang dan wisatawan untuk datang bersama keluarga, menikmati rujak otek khas Sumberwuluh, menyaksikan pentas seni, serta mendukung produk-produk UMKM lokal. Semoga kehadiran masyarakat menjadi penyemangat bagi para pelaku usaha dan seniman desa untuk terus berkarya,” ungkap Sulhan.
Memasuki malam hari mulai pukul 19.00 WIB, pengunjung dapat menikmati bazar Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sumberwuluh yang menghadirkan berbagai kuliner, produk olahan, serta kerajinan tangan masyarakat setempat.
Festival akan ditutup dengan pentas seni Lakon Lakku Lumajang bertajuk “Jajuli (Jadikan Jadul Lagi)” yang mengajak masyarakat bernostalgia melalui kesenian tradisional. Pemerintah desa berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat keberadaan UMKM, dan menjaga budaya lokal sebagai identitas masyarakat Lumajang. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara