GIANYAR – Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, mulai memperkuat sistem pelayanan dan kesiapsiagaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian mahasiswa Politeknik Negeri Bali (PNB) yang menghadirkan peta mitigasi bencana, pengembangan layanan digital desa, hingga rancangan visual tiga dimensi untuk mendukung perencanaan pembangunan.
Sebanyak 68 mahasiswa PNB yang tergabung dalam Kelompok 3 Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) menjalankan program pemberdayaan masyarakat di Desa Batuan sejak 15 Juli hingga 3 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Batuan dan masyarakat setempat.
Desa Batuan yang dikenal sebagai salah satu desa budaya di Bali memiliki potensi besar dalam bidang seni lukis dan ukir. Namun, perkembangan pelayanan publik, promosi wisata, serta kebutuhan kesiapsiagaan menghadapi bencana menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui inovasi berbasis teknologi.
Salah satu program utama yang dikembangkan mahasiswa PNB adalah pembuatan Peta Mitigasi Risiko Bencana Desa Batuan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali. Peta tersebut memuat informasi mengenai lokasi penting, seperti fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, tempat ibadah, serta jalur evakuasi bagi masyarakat.
Perwakilan tim KKN PNB mengatakan peta mitigasi dan papan informasi telah dipasang di Kantor Desa Batuan agar dapat dimanfaatkan warga untuk meningkatkan kesiapan menghadapi keadaan darurat.
“Peta mitigasi beserta papan informasi resmi telah kita pasang di Kantor Desa Batuan agar dapat diakses dengan mudah oleh warga dalam meningkatkan kesiapsiagaan darurat bencana,” ungkap perwakilan tim KKN PNB sebagaimana diberitakan Kabar Bali, Minggu (02/08/2026).
Selain penguatan mitigasi bencana, mahasiswa juga mendorong transformasi digital melalui pembaruan situs resmi Desa Batuan. Program tersebut mencakup perpindahan ke domain resmi desa, peningkatan tampilan antarmuka (user interface/user experience atau UI/UX), penguatan kapasitas penyimpanan, serta optimalisasi fitur pelayanan administrasi masyarakat.
Dalam sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, mahasiswa PNB turut membantu promosi potensi seni lukis dan ukir Batuan melalui pembuatan video promosi serta pendampingan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih mudah ditemukan melalui Google Maps.
Tim KKN PNB juga menyusun rancangan visual tiga dimensi Lapangan Yudistira sebagai gambaran awal pembangunan fasilitas desa. Desain tersebut diharapkan dapat menjadi acuan Pemdes Batuan dalam menyusun rencana tata ruang dan pengembangan infrastruktur.
Di bidang pendidikan dan lingkungan, mahasiswa melaksanakan program edukasi menabung dan pembelajaran bahasa Inggris interaktif di empat Sekolah Dasar (SD) di wilayah Batuan. Mereka juga menggelar kegiatan bersih desa untuk menjaga kelestarian lingkungan kawasan wisata budaya tersebut.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Desa Batuan sebagai desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetap menjaga nilai budaya, serta memiliki kesiapan menghadapi berbagai risiko bencana. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara