BALANGAN – Kebun Melon Desa Bungin Bertransformasi Jadi Destinasi Agrowisata Baru Kebun melon milik warga Desa Bungin, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, mulai dibuka sebagai destinasi wisata petik melon yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Inisiatif tersebut sekaligus menjadi peluang baru bagi petani lokal untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.
Kebun yang dikelola secara mandiri oleh Sabirin, warga Desa Bungin, langsung menarik perhatian masyarakat sejak pertama kali dibuka untuk umum pada Rabu (22/07/2026). Sejak pagi hingga sore hari, pengunjung berdatangan untuk memetik melon secara langsung dari lahan pertanian.
Lokasi kebun berada di Gang Muhibbin 3, sekitar Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Desa Bungin, sehingga mudah dijangkau oleh warga yang ingin menikmati konsep wisata berbasis pertanian tersebut.
Sabirin mengatakan, budidaya melon ini merupakan pengalaman pertamanya. Ia mempelajari teknik bercocok tanam melon secara mandiri hingga mampu menghasilkan panen yang memiliki nilai jual.
“Ini baru perdana kali saya menanam melon dan ini membantu secara ekonomi,” ujar Sabirin sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post, Rabu (22/07/2026).
Sebelum membuka kebun sebagai lokasi wisata, Sabirin terlebih dahulu melakukan penyortiran terhadap buah melon yang siap dipetik. Langkah tersebut dilakukan agar pengunjung dapat memilih melon dengan kualitas terbaik tanpa khawatir mendapatkan buah yang belum matang.
Selain melayani pembelian langsung oleh pengunjung, sebagian hasil panen juga tetap disalurkan kepada pengepul. Namun, sebagian besar melon disiapkan untuk konsep wisata petik langsung agar masyarakat dapat merasakan pengalaman memanen buah dari kebun.
Sabirin menyebut konsep tersebut sebagai agrowisata yang bertujuan memberikan ruang rekreasi bagi keluarga sekaligus mengenalkan aktivitas pertanian kepada masyarakat. Kebun melon tersebut memiliki luas sekitar setengah hektare dengan tanaman yang siap dipanen secara bertahap.
Pada hari pertama pembukaan, hasil panen yang terjual diperkirakan mencapai 1,5 ton. Kebun tersebut akan tetap dibuka hingga seluruh tanaman melon yang tersedia selesai dipanen.
Kehadiran wisata petik melon ini menjadi contoh pengembangan potensi desa melalui sektor pertanian. Selain memberikan alternatif wisata baru bagi masyarakat Balangan, kegiatan tersebut juga membuka peluang peningkatan pendapatan petani lokal melalui pengolahan hasil pertanian yang lebih kreatif dan bernilai tambah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara