TPS3R Kutagandok Kenalkan Program Menabung Sampah untuk Tekan Limbah Desa

KARAWANG – Mahasiswa KKN dan TPS3R Dorong Warga Kutagandok Kelola Sampah Rumah Tangga Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Rakeyan Santang bersama Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah rumah tangga melalui kegiatan edukasi pemilahan sampah.

Kegiatan yang digelar dalam agenda pengajian rutin bulanan Majelis Taklim Desa Kutagandok itu melibatkan perwakilan ibu-ibu dari tujuh dusun. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran warga agar mampu mengelola sampah sejak dari sumbernya, yaitu lingkungan rumah tangga.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai pemisahan sampah organik dan anorganik, pemanfaatan sampah bernilai ekonomi, serta dampak negatif kebiasaan membuang sampah sembarangan terhadap kebersihan lingkungan.

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu tantangan di Desa Kutagandok. Sejumlah warga masih ditemukan membuang sampah ke saluran irigasi, lahan kosong, maupun lokasi yang tidak diperuntukkan sebagai tempat pembuangan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Selain edukasi pemilahan sampah, mahasiswa juga memperkenalkan Program Menabung Sampah yang dikelola TPS3R Desa Kutagandok. Melalui program ini, masyarakat dapat mengumpulkan sampah yang memiliki nilai jual, seperti plastik, botol, kardus, kertas, minyak jelantah, hingga nasi aron untuk ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan sampah.

Sampah yang terkumpul dapat dicairkan setiap tiga bulan dalam bentuk uang maupun ditukar dengan kebutuhan rumah tangga. Program tersebut saat ini telah berjalan di empat wilayah dusun, yakni Krajan 1A, Krajan 1B, Krajan 2, dan Junti Barat.

Koordinator TPS3R Desa Kutagandok Muhammad Dahlan mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN IAI Rakeyan Santang dalam membantu menyampaikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Sebagaimana diberitakan Fakta Jabar, Kamis (23/07/2026), ia menilai kolaborasi tersebut menjadi penghubung antara TPS3R dan warga agar program lingkungan dapat berjalan lebih luas.

“Kami saling membantu karena TPS3R juga membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi fasilitator sehingga program TPS3R bisa tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dahlan juga berharap salah satu program unggulan mahasiswa KKN berupa pembangunan Rocket Stove atau alat pembakaran sampah ramah lingkungan dapat segera direalisasikan. Menurutnya, inovasi tersebut berpotensi menjadi contoh bagi desa lain dalam mengelola sampah secara lebih efektif dengan tingkat polusi yang lebih rendah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Desa Kutagandok berharap kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan dapat semakin melekat di masyarakat. Edukasi pemilahan sampah tidak hanya diarahkan untuk mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi dari sampah yang masih memiliki nilai guna.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, TPS3R, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Desa Kutagandok yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

PNM Peduli Benahi Sekolah Desa Wae Moto untuk Masa Depan Anak NTT

PDF đź“„MANGGARAI BARAT – Revitalisasi fasilitas pendidikan di Desa Wae Moto, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa …

Pemprov Kepri Perkuat Posyandu Jadi Pusat Layanan Dasar Masyarakat

PDF đź“„DOMPAK – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat …

Inspektorat KLU Soroti Lemahnya Verifikasi Usaha BUMDes

PDF đź“„LOMBOK UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU) melalui Inspektorat menyoroti lemahnya proses …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *