Pengelolaan Limbah Peternakan di Bondowoso Jadi Solusi Pertanian dan Lingkungan

BONDOWOSO – Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair mulai diterapkan di Desa Jatisari, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso melalui pelatihan yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 222 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, pemerintah desa, petugas pertanian, dan masyarakat. Program tersebut ditujukan untuk mengurangi limbah peternakan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dan nilai ekonomi warga.

Pelatihan dilaksanakan pada 8 dan 13 Juli 2026 setelah mahasiswa KKN melakukan observasi bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Jatisari. Hasil pengamatan menunjukkan limbah kotoran sapi di desa tersebut selama ini sebagian besar hanya ditumpuk dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana penunjang pertanian.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa berkoordinasi dengan Petugas Lapangan Dinas Pertanian serta Kepala Dusun Tehsareh untuk menyusun pelatihan pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh masyarakat sehingga dapat dipraktikkan secara mandiri.

Kegiatan diikuti petugas lapangan pertanian, perangkat dusun, mahasiswa KKN, serta warga yang memiliki ternak sapi dan lahan pertanian. Materi pelatihan meliputi manfaat pupuk organik, teknik pengolahan limbah, hingga praktik langsung pembuatan pupuk organik cair.

Dalam praktiknya, peserta membuat larutan aktivator menggunakan lima liter air kelapa tua, satu gelas gula, dua botol Yakult, serta Mikroorganisme Lokal (MOL) yang berasal dari air rendaman tanah di bawah rumpun bambu. Larutan tersebut kemudian dicampurkan ke dalam air sebelum disiramkan secara merata pada kotoran sapi yang telah dikeringkan dan diaduk hingga homogen sebagai tahap awal proses fermentasi pupuk organik.

Selama pelatihan berlangsung, warga aktif mengikuti setiap tahapan sekaligus berdiskusi mengenai manfaat penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mengoptimalkan pengelolaan limbah peternakan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara petugas pertanian, mahasiswa, dan masyarakat mengenai praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat Desa Jatisari memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik secara mandiri sehingga dapat menekan pencemaran lingkungan, meningkatkan hasil pertanian, dan menambah nilai ekonomi bagi peternak maupun petani. Informasi tersebut sebagaimana diwartakan Kompasiana, Jumat (24/07/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Puluhan Kades Belajar ke Cina, Farid Bawa Pulang Ilmu untuk Desa

PDF 📄TAPIN – Kepala Desa (Kades) Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin (Tapin), …

Desa Klebet Jadi Percontohan Pertanian Modern di Tangerang

PDF 📄TANGERANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menguji penerapan sistem tabur …

Desa Adat Sade Didorong Perkuat Mitigasi Kebakaran

PDF 📄LOMBOK TENGAH – Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *