Lubuk Larangan Rio Kemunyang Jadi Andalan Ekonomi Desa

MERANGIN – Kelestarian sungai dan hutan menjadi modal utama Desa Durian Rambun, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi, untuk mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal. Hal itu ditandai dengan dibukanya kawasan adat Lubuk Larangan Rio Kemunyang pada Sabtu (05/09/2026), yang diikuti penebaran benih ikan serta penyaluran bantuan bibit padi.

Kawasan Lubuk Larangan merupakan bentuk konservasi tradisional yang dijaga masyarakat melalui aturan adat. Keberadaannya dinilai tidak hanya penting untuk mempertahankan ekosistem sungai, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor perikanan dan pariwisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Pembukaan kawasan tersebut dilakukan dalam rangkaian program Bekerja di Kecamatan dan Desa yang berlangsung pada 5-6 September 2026. Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin ke wilayah Muara Siau.

Bupati Merangin (Bupati) M. Syukur mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam mempertahankan kebersihan sungai, kelestarian hutan, serta praktik pertanian yang dinilai tetap memperhatikan lingkungan.

“Pertahankan adat dan sungainya. Hari ini kita lihat sungainya masih sangat bersih dan ikannya masih ada. Masyarakatnya masih memanfaatkan lahan hutan secara bijak dengan menanam padi,” tutur M. Syukur di hadapan warga.

M. Syukur juga meminta Kepala Desa (Kades) dan tokoh masyarakat memastikan kawasan tersebut terbebas dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) maupun kegiatan lain yang berpotensi merusak lingkungan.

“Yang penting Kades pertahankan keasrian desa ini. Jangan ada aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) dan aktivitas perusakan lingkungan lainnya masuk ke sini,” tegas M. Syukur.

Sebagaimana diberitakan Tribun Jambi, Minggu (06/09/2026), pemerintah daerah juga menyiapkan anggaran Rp3 miliar untuk memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah Muara Siau. Anggaran tersebut disiapkan setelah pekerjaan sebelumnya terkendala faktor cuaca.

“Soal pengerjaan jalan kemarin yang sempat terkendala cuaca, tadi saya sudah koordinasi dengan Kadis PU PR Merangin. Kita siapkan dan anggarkan kembali sebesar 3 miliar rupiah guna perbaikan infrastruktur jalan,” ungkap M. Syukur.

Perbaikan akses jalan menjadi bagian penting untuk mendukung aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus memperlancar akses terhadap potensi ekonomi desa.

Selain pembukaan kawasan Lubuk Larangan, rombongan pemerintah daerah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, termasuk bibit padi dan penebaran benih ikan di aliran sungai kawasan konservasi tersebut.

Pengelolaan kawasan berbasis adat kemudian diarahkan agar tidak berhenti pada upaya menjaga lingkungan. Potensi perikanan dan pariwisata berbasis kearifan lokal diharapkan dapat berkembang menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Keberadaan Lubuk Larangan Rio Kemunyang sekaligus memperlihatkan peran masyarakat desa dalam menjaga sumber daya alam melalui aturan dan praktik lokal. Dengan dukungan akses infrastruktur serta pengelolaan yang berkelanjutan, kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus menopang perekonomian warga. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Desa

PDF 📄BANDARLAMPUNG – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disiapkan untuk menjadi aset dan milik desa …

Abu Vulkanik Tebal Menyebar ke Utara hingga Selatan Cianjur

PDF 📄CIANJUR – Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sebagian besar wilayah Kabupaten …

27 Mata Air Dijaga, Kearifan Karang Bajo Dipuji Putri Victoria

PDF 📄LOMBOK UTARA – Kearifan masyarakat Desa Adat Karang Bajo Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *