GARUT – Kebakaran lahan di sekitar Gunung Guntur dan Gunung Cikuray, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil dikendalikan sebelum merambat ke kawasan cagar alam. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mencatat dua titik kebakaran di luar kawasan Cagar Alam (CA) dengan luas lahan terbakar sekitar 1,8 hektare.
Kebakaran dilaporkan terjadi pada Sabtu (05/09/2026) siang, termasuk di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler. Lokasi kebakaran berada di area penggunaan lain (APL), sekitar 60 meter dari batas kawasan CA Kamojang kompleks Gunung Guntur.
Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat Vitriana Yulalita memastikan api tidak memasuki kawasan konservasi. Tim BBKSDA bersama sejumlah instansi terkait dan masyarakat turut melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran meluas.
“Alhamdulillah aman (tidak masuk kawasan CA),” kata Vitriana Yulalita di Garut, Minggu.
Upaya pemadaman difokuskan pada titik api yang berada di luar kawasan maupun lokasi yang berpotensi menjadi jalur rambatan menuju kawasan konservasi. Strategi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak mengancam kawasan yang memiliki fungsi perlindungan sumber daya alam.
“Yang kami tangani fokus dalam kawasan ataupun di luar kawasan, tapi berpotensi menyebar ke kawasan,” katanya.
Sebagaimana diberitakan Antara, Minggu (06/09/2026), hingga pukul 17.49 WIB dua titik kebakaran berhasil dikendalikan. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 1,8 hektare dan seluruhnya berada di luar kawasan CA.
“Sampai dengan pukul 17.49 WIB, dua titik kebakaran lahan berhasil dikendalikan. Luas terbakar diperkirakan 1,8 hektare di luar kawasan Cagar Alam,” katanya.
Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Namun, dugaan sementara mengarah pada aktivitas masyarakat yang membakar tanaman di lahan kebun milik mereka.
Kondisi musim kemarau dengan cuaca panas dan angin menjadi perhatian karena dapat mempercepat penyebaran api. BBKSDA selama ini melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai risiko membakar lahan, termasuk lahan yang berada di luar kawasan konservasi.
“Imbauan kepada warga masyarakat saja untuk semakin sadar dan mendukung dengan tidak membakar kebun karena situasi panas ekstrem, dan angin membuat api berpotensi menjadi kebakaran hutan dan lahan yang tidak terkendali,” katanya.
Kebakaran di sekitar Gunung Guntur dan Gunung Cikuray menjadi pengingat bahwa aktivitas pembakaran lahan di luar kawasan konservasi tetap dapat menimbulkan ancaman terhadap kawasan yang berbatasan langsung. Karena itu, pengendalian api sejak awal dan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah kebakaran meluas.
BBKSDA bersama masyarakat dan instansi terkait diharapkan terus meningkatkan pengawasan selama musim kemarau. Kesadaran untuk tidak membakar lahan secara sembarangan diperlukan agar kebakaran serupa tidak berkembang menjadi ancaman bagi kawasan hutan dan cagar alam. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara