Luapan Air Rendam Permukiman Warga Parimo, Pengungsian Dibuka

PARIGI MOUTONG – Lima kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi setelah banjir merendam permukiman warga di dua desa di Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Sabtu (20/6/2026) malam.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), banjir menggenangi rumah-rumah warga di Desa Olaya Dusun I dan Desa Pombalowo Dusun II. Selain menyebabkan warga mengungsi, bencana tersebut juga berdampak pada sedikitnya tiga KK atau 10 jiwa di Dusun II Desa Pombalowo.

Peristiwa itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Parigi sejak sekitar pukul 22.30 Wita. Meningkatnya debit air memicu luapan yang kemudian masuk ke kawasan permukiman warga.

Laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Penanggulangan Bencana (PB) BPBD Parimo pada pukul 23.57 Wita. Hingga proses penanganan berlangsung, belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan rumah akibat banjir tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Mohammad Rivai, mengatakan tim gabungan telah bergerak melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan aparat desa, melaksanakan evakuasi, serta melakukan asesmen atau kaji cepat di lokasi kejadian,” demikian keterangan Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Parigi Moutong, Mohammad Rivai, Minggu (21/6/2026) dini hari, sebagaimana dilansir Tribun Palu, Minggu (21/06/2026).

Penanganan di lapangan melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parimo, Palang Merah Indonesia (PMI), Kepolisian Sektor (Polsek) Parigi, Bintara Pembina Desa (Babinsa), aparat desa, relawan, serta masyarakat setempat.

Selain melakukan evakuasi dan pendataan, BPBD Parimo juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak berupa selimut dan matras atau tikar. Hingga Minggu dini hari, petugas masih berada di lokasi untuk membantu warga dan memastikan kondisi tetap terkendali.

BPBD Parimo terus melakukan pemantauan serta pendataan lanjutan guna mengetahui dampak keseluruhan banjir yang melanda dua desa tersebut. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dua Desa di Majalengka Segera Terhubung Jembatan Galumpit

PDF 📄Jembatan Galumpit di Majalengka ditargetkan rampung dalam 120 hari untuk memperkuat akses warga Desa …

Kades Baru Dua Desa di Sinjai Diminta Utamakan Pelayanan Masyarakat

PDF 📄Dua desa di Kecamatan Tellulimpoe, Sinjai, memasuki fase baru setelah kepala desa pengganti antarwaktu …

MBG Jadi Peluang Desa Hidupkan Kembali Pangan Lokal

PDF 📄Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat membuka ruang bagi masyarakat perdesaan untuk mengembangkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *