DPR Sebut KDMP Berpotensi Jadi Pusat Distribusi Barang di Desa

DENPASAR – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui sistem distribusi barang yang lebih efisien. Namun, pengembangannya perlu berjalan seiring dengan penguatan pasar tradisional agar tidak menimbulkan ketimpangan dalam ekosistem ekonomi lokal.

Pandangan tersebut disampaikan Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Gde Sumarjaya Linggih, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Provinsi Bali, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, KDMP dapat menjadi instrumen penting dalam memangkas rantai distribusi yang selama ini cukup panjang.

Ia menjelaskan, koperasi tersebut berpotensi berperan sebagai pusat distribusi atau grosir di tingkat desa sehingga hubungan antara produsen dan masyarakat menjadi lebih langsung. Kondisi itu diyakini mampu menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan keterjangkauan harga barang kebutuhan pokok.

“Program KDMP ini sangat baik. Saya melihat KDMP dapat berfungsi sebagai grosir di desa sehingga jalur distribusi barang menjadi lebih pendek dan masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah,” ujarnya sebagaimana diwartakan Parlementaria, Jumat, (19/06/2026).

Menurutnya, penyederhanaan jalur distribusi merupakan tujuan utama program tersebut. Dengan berkurangnya jumlah perantara, harga barang yang diterima masyarakat menjadi lebih kompetitif dan akses terhadap kebutuhan pokok dapat semakin mudah.

“Tujuannya adalah memotong jalur distribusi yang selama ini cukup panjang. Dengan distribusi yang lebih sederhana, harga barang menjadi lebih kompetitif dan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok juga semakin baik,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa implementasi KDMP harus mempertimbangkan kondisi ekonomi di masing-masing daerah, termasuk keberadaan pasar tradisional dan pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa.

Karena itu, pengembangan koperasi desa perlu dibarengi dengan pembenahan pasar tradisional agar keduanya dapat tumbuh bersama dan saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pasar tradisional tetap memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat. Karena itu, penguatan KDMP dan pembenahan pasar tradisional harus berjalan beriringan sehingga keduanya dapat saling mendukung,” katanya.

Selain memperluas akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok, keberadaan KDMP juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien hingga ke tingkat desa.

“Yang terpenting adalah bagaimana manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat, harga barang menjadi lebih terjangkau, distribusi lebih efisien, dan pelaku usaha di desa tetap dapat berkembang,” pungkasnya.

Apabila dikelola secara optimal, sinergi antara KDMP dan pasar tradisional diyakini dapat memperkuat fondasi ekonomi desa sekaligus menjaga keberlangsungan usaha mikro yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Desa Sebulu Ulu, Kasus Dugaan Keracunan MBG Masuk Tahap Pemeriksaan

PDF 📄KUTAI KARTANEGARA – Puluhan siswa di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, …

Energi Alternatif dari Sampah Menanti Kepastian Hukum di Kendal

PDF 📄KENDAL – Inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif bernama Petasol di Desa Margorejo, …

Potensi Desa Digarap Serius, Lahan BUMDes Limau Manis Hasilkan Panen Jagung

PDF 📄INDRAGIRI HILIR – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mianggul Gemilang Desa Limau Manis, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *