KLUNGKUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Pesinggahan menyiapkan diversifikasi usaha untuk menjaga kios ikan tetap produktif saat hasil tangkapan nelayan menurun akibat cuaca buruk. Langkah tersebut dilakukan setelah aktivitas perdagangan di kompleks kios ikan Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, mengalami penurunan selama masa paceklik yang berlangsung sekitar sebulan terakhir.
Dari sekitar 16 lapak yang disewakan pemerintah desa, hanya lima pedagang yang masih aktif berjualan. Dua pedagang bahkan telah mengembalikan kios karena kondisi paceklik, sedangkan sejumlah penyewa lainnya tetap memiliki lapak tetapi belum aktif berdagang.
Perbekel Desa Pesinggahan I Nyoman Suastika mengatakan aktivitas perdagangan di lokasi tersebut sangat bergantung pada ketersediaan ikan segar dari nelayan. Sebagian besar pedagang juga hanya berjualan secara musiman karena tidak memilih menggunakan ikan simpanan ketika hasil tangkapan berkurang.
“Pedagangnya kebanyakan musiman. Sekarang nelayan jarang melaut karena cuaca. Kalau nelayan sudah bisa melaut dan mendapat ikan, baru mereka bisa berjualan,” ujar Suastika sebagaimana diberitakan detikBali, Jumat, (18/09/2026).
“Aktivitas perdagangan di kios ikan ini memang sangat bergantung pada hasil tangkapan nelayan. Kebanyakan pedagang di sana juga bersifat musiman karena enggan menjual ikan simpanan atau stok lama,” imbuhnya.
Meski sebagian besar lapak tidak beroperasi, Suastika menegaskan kondisi tersebut bukan berarti seluruh pedagang meninggalkan kios. Penyewa yang masih bertahan tetap memenuhi kewajiban sewa dan akan membuka lapak ketika pasokan ikan segar tersedia.
“Para penyewa yang masih bertahan tetap rutin membayar sewa bulanan, namun hanya membuka lapak saat pasokan ikan segar tersedia,” terangnya.
Bendesa Adat Pesinggahan Wayan Sudiartana mengatakan dua pedagang yang mengembalikan kiosnya mengambil keputusan tersebut setelah menghadapi paceklik ikan yang berlangsung sekitar satu bulan. Mereka memilih tidak menjual ikan yang disimpan sebagai persediaan.
“Yang dua memang dikembalikan kemarin karena paceklik ikan. Mereka tidak mau jual ikan stok. Maunya ikan fresh. Dapat tangkapan, langsung dijual di sana,” kata Sudiartana.
Untuk mencegah lapak kosong terlalu lama, Pemdes Pesinggahan bersama Desa Adat Pesinggahan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) membuka peluang bagi jenis usaha lain untuk memanfaatkan fasilitas tersebut.
Suastika mengatakan lapak kosong dapat digunakan pedagang kuliner seperti penjual bakso atau pelaku usaha makanan lainnya selama jenis usaha tersebut memungkinkan untuk dijalankan di kompleks kios.
“BUMDes dan Desa Adat juga menginginkan begitu. Kalau ada pedagang bakso atau usaha lain yang memungkinkan, bisa dimanfaatkan. Jangan sampai kosong,” tegasnya.
Diversifikasi tersebut diarahkan agar fasilitas yang dibangun untuk aktivitas perdagangan masyarakat tetap memiliki fungsi ekonomi ketika kondisi laut belum mendukung kegiatan nelayan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi di sekitar kompleks kios tidak sepenuhnya berhenti hanya karena pasokan ikan mengalami penurunan.
Kompleks kios ikan Pesinggahan berada di jalur strategis dan dibangun di atas lahan milik Desa Adat Pesinggahan. Pembangunan fasilitas tersebut menggunakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dengan nilai sekitar Rp659 juta.
Fasilitas itu diresmikan pada Januari 2025 untuk menata pedagang ikan yang sebelumnya berjualan di pinggir Jalan Raya Klungkung-Karangasem. Penataan tersebut juga ditujukan untuk mendukung kelancaran lalu lintas di jalur tersebut.
Kini, kondisi cuaca dan paceklik membuat fungsi awal kompleks kios menghadapi tantangan. Pengelola memilih mempertahankan keberadaan fasilitas tersebut dengan membuka kemungkinan penggunaan lapak untuk kegiatan usaha lain.
Upaya itu diharapkan dapat menjaga perputaran ekonomi masyarakat sambil menunggu kondisi perairan kembali memungkinkan nelayan memperoleh hasil tangkapan yang cukup. Kios yang tetap dimanfaatkan juga dapat menghindarkan fasilitas desa dari kondisi kosong berkepanjangan akibat ketergantungan pada satu jenis aktivitas perdagangan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara