Demi Kelancaran Hasil Bumi, Warga Medono Cor Jalan Rusak Secara Swadaya

WONOSOBO – Puluhan warga Desa Medono bersama Paguyuban Sopir Kaliwiro-Wadaslintang bergotong royong memperbaiki ruas Jalan Medono-Besuki yang rusak akibat pergerakan tanah. Perbaikan secara swadaya dilakukan sebagai solusi sementara untuk menjaga kelancaran mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian di jalur penghubung antar-kecamatan tersebut.

Aksi gotong royong berlangsung di Jalan Raya Medono-Besuki, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, Minggu (14/6/2026). Warga, pemuda, dan para sopir bahu-membahu melakukan pengecoran jalan sepanjang sekitar 100 meter yang selama hampir setahun mengalami kerusakan dan dinilai menghambat aktivitas masyarakat.

Jalan tersebut merupakan akses penting bagi warga untuk mengangkut hasil bumi sekaligus jalur penghubung menuju Kecamatan Wadaslintang serta jalur alternatif ke Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen. Kondisi jalan yang rusak membuat kendaraan roda dua maupun truk bermuatan berat kesulitan melintas.

Koordinator Paguyuban Sopir Kaliwiro-Wadaslintang, Muhyamil, mengatakan inisiatif perbaikan muncul karena masyarakat sudah terlalu lama menunggu penanganan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo.

“Kalau dibiarkan terus, kita tidak dapat mengangkut barang dan kendaraan kami cepat rusak. Akhirnya kami sepakat dengan warga untuk iuran. Ada yang menyumbang uang, semen, pasir, hingga tenaga,” ujarnya, sebagaimana diwartakan Suara Baru, Senin, (15/06/2026).

Dana swadaya yang terkumpul mencapai sekitar Rp12 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli 50 sak semen, pasir, dan batu koral sebagai material pengecoran jalan.

Proses pengerjaan dilakukan secara manual mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas di lokasi sempat diberlakukan sistem buka-tutup guna mendukung kelancaran pekerjaan.

Perwakilan warga Dusun Medono yang juga Ketua Rukun Warga (RW) setempat mengapresiasi kekompakan masyarakat dan para sopir yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun, warga tetap berharap adanya perbaikan permanen dari pemerintah mengingat jalur tersebut memiliki peran strategis bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami sangat bangga dengan swadaya ini. Namun, ini kan sifatnya sementara, kami tetap berharap dinas terkait segera turun tangan untuk perbaikan menyeluruh yang lebih permanen,” ujarnya.

Gotong royong tersebut menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat desa dalam menjaga infrastruktur vital. Warga berharap perbaikan sementara yang telah dilakukan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah daerah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Musdes Mondang Serap Aspirasi Warga untuk Pembangunan 2027

PDF đź“„TAPANULI SELATAN – Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam penyusunan arah pembangunan …

Generasi Muda Monyemiji Mulai Jauh dari Tradisi, Festival Budaya Disiapkan

PDF đź“„JUBA – Kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda mengenai tradisi leluhur mendorong komunitas …

42 Anggota BPD Tanbu Dilantik, Pengawasan Pemerintahan Desa Jadi Sorotan

PDF đź“„BATULICIN – Sebanyak 42 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari delapan desa di Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *