BANGKALAN – Puluhan desa di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan (Bangkalan), menolak penyaluran beras Bantuan Pangan (Banpang) dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) setelah menemukan kualitas beras yang dinilai tidak layak konsumsi. Penolakan dilakukan karena beras bantuan yang diterima warga disebut berwarna kekuningan, cenderung cokelat, dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Penolakan tersebut terjadi di 23 desa di Kecamatan Tanah Merah dengan total volume bantuan yang diperkirakan mencapai sekitar 80 ton. Para kepala desa meminta Bulog segera mengganti beras yang ditolak agar bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu dapat disalurkan sesuai standar kelayakan.
Perwakilan kepala desa di Kecamatan Tanah Merah sekaligus Kepala Desa (Kades) Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarisi, menjelaskan bahwa distribusi beras bantuan mulai diterima sejak dua hari sebelumnya. Namun, kemasan yang diterima berbeda dari penyaluran sebelumnya sehingga kualitas beras tidak dapat langsung terlihat dari luar.
“Kemasan sebelumnya bening, sehingga kualitas beras bisa terlihat. Sedangkan yang kami terima kemarin itu kemasannya putih jadi harus dibuka dulu,” ujarnya.
Menurut Alfarisi, kondisi beras baru diketahui setelah karung dibuka. Ia mengaku terkejut karena warna dan aroma beras dinilai tidak memenuhi standar konsumsi.
“Ini betul-betul tidak layak dikonsumsi. Saya langsung menolak dan dikembalikan lagi ke truk Bulog yang antar,” ungkapnya.
Ia mengatakan beras yang telah ditolak di satu desa sempat dibawa kembali untuk didistribusikan ke desa lain di wilayah yang sama. Namun, sejumlah desa juga mengambil langkah serupa dengan menolak bantuan tersebut.
“Ini barusan di Desa Pettong juga ditolak. Jadi diangkut lagi dikembalikan,” katanya.
Alfarisi menilai kualitas beras bantuan seharusnya menjadi perhatian utama karena diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia berharap penggantian segera dilakukan agar warga menerima bantuan yang layak, sebagaimana diberitakan Kompas, Sabtu (06/06/2026).
“Kita minta agar ini diganti dengan yang layak. Kita tidak bisa terima, masa warga kami mau diberi beras yang jelek. Ini tidak layak konsumsi. Ini sudah seperti pakan ternak,” ungkapnya.
Hingga berita ini ditulis, perwakilan Bulog Madura yang dihubungi media belum memberikan tanggapan terkait penolakan tersebut. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi kualitas bantuan pangan agar penyaluran kepada masyarakat dapat berjalan sesuai tujuan program serta menjaga kepercayaan publik terhadap bantuan sosial pemerintah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara