KARAWANG – Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Karawang (Karawang), Jawa Barat (Jabar). Hingga Senin (20/07/2026), sebanyak 2.585 kepala keluarga (KK) atau 7.704 jiwa di enam desa terdampak kekeringan, sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang telah menyalurkan 152.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
Enam desa yang terdampak berada di tiga kecamatan, yakni Desa Mulangsari di Kecamatan Pangkalan, Desa Kutalanggeng dan Desa Cintalanggeng di Kecamatan Tegalwaru, serta Desa Mulyasejati, Desa Kutanegara, dan Desa Parungmulya di Kecamatan Ciampel.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ferry Muharram, mengatakan distribusi air bersih terus dilakukan seiring meluasnya wilayah terdampak kekeringan.
“Sejak beberapa bulan terakhir hingga saat ini, kami terus menyalurkan bantuan air bersih ke daerah kekeringan,” kata Ferry sebagaimana dikutip Kompas dari Antara, Selasa (21/07/2026).
Menurut Ferry, jumlah warga yang mengalami krisis air bersih meningkat dibandingkan data tiga hari sebelumnya. Saat itu, BPBD Karawang mencatat sebanyak 1.836 KK atau 5.494 jiwa terdampak di empat desa. Kini, jumlah tersebut bertambah menjadi 2.585 KK atau 7.704 jiwa yang tersebar di enam desa.
Peningkatan jumlah desa terdampak menunjukkan penyusutan sumber air bersih akibat musim kemarau semakin meluas. Kondisi tersebut menyebabkan banyak warga mengalami kesulitan memperoleh air dari sumur maupun sumber air lainnya.
Sebagai upaya penanganan, BPBD Karawang bersama instansi terkait terus mendistribusikan bantuan air bersih secara bertahap ke desa-desa terdampak. Hingga pembaruan data pada Senin (20/07/2026), total bantuan yang telah disalurkan mencapai 152.000 liter.
BPBD Karawang juga memastikan distribusi air bersih akan terus dilaksanakan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air. Selain itu, warga diimbau menggunakan air secara hemat serta segera melaporkan kepada pemerintah apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara