Kampar Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Riset Pertumbuhan Balita

KAMPAR – Penelitian untuk mendeteksi risiko stunting sejak dini mulai diterapkan di Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar melalui kolaborasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Riau, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Texcal Energy Mahato Inc., dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar. Program yang berlangsung pada Mei hingga Juli 2026 itu bertujuan memperkuat upaya pencegahan stunting melalui deteksi dini serta intervensi gizi bagi anak balita.

Penelitian tersebut mengusung judul Efektivitas Rapid Test Pyridinium untuk Monitoring dan Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Linier Anak Balita dalam Upaya Mencegah Stunting. Kegiatan melibatkan anak-anak balita di Raudhatul Athfal Desa Air Terbit sebagai responden untuk memantau pertumbuhan tinggi badan sekaligus mengidentifikasi risiko stunting sejak awal.

Guru Besar Bidang Gizi Poltekkes Kemenkes Riau, Aslis Wirda Hayati, menjelaskan penelitian dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni pendataan awal, intervensi berupa pemberian makanan tambahan selama satu bulan, dan evaluasi pada bulan berikutnya.

“Pemberian makanannya berlangsung selama satu bulan. Sebelumnya dilakukan pendataan, kemudian dilanjutkan dengan intervensi dan evaluasi. Tujuan utama adalah mengukur pertumbuhan tinggi badan agar sesuai standar,” kata Aslis, sebagaimana dilansir Media Kampung, Senin (20/07/2026).

Dalam penelitian tersebut, rapid test pyridinium dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memantau pertumbuhan linier anak secara cepat. Hasilnya diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam memperkuat program deteksi dini dan pencegahan stunting, tidak hanya di Desa Air Terbit, tetapi juga di wilayah Kampar secara lebih luas.

Selain penelitian, orang tua balita juga memperoleh edukasi mengenai pemenuhan gizi, khususnya penyediaan makanan sehat yang kaya kalsium. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pola asuh dan mendukung pertumbuhan anak secara berkelanjutan di lingkungan keluarga.

Kepala Desa (Kades) Air Terbit, Basuki, mengapresiasi pelaksanaan penelitian tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.

“Harapan kita satu, yaitu mendapatkan anak-anak yang sehat. Edukasi seperti ini diharapkan terus berlanjut dan memberi manfaat kepada ibu-ibu dan anak-anak,” ujar Basuki.

Kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Riau, SKK Migas, Texcal Energy Mahato Inc., dan Pemkab Kampar diharapkan mampu menghasilkan model deteksi dini stunting yang lebih efektif sekaligus mempercepat penurunan angka stunting melalui intervensi yang tepat sasaran. []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

90 Desa Wisata Cirebon Dibidik Tembus Pasar Nasional

PDF đź“„CIREBON – Sebanyak 90 desa wisata di Kabupaten Cirebon berpeluang memperluas jangkauan promosi dan …

Musdes Sungai Jawi Bahas Arah Pembangunan Desa 2027

PDF đź“„KETAPANG – Pemerintah Desa Sungai Jawi, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat …

Monitoring BUMDes Desa Gelang, Camat Sumberbaru Tekankan Perencanaan Usaha

PDF đź“„JEMBER – Perencanaan usaha yang jelas sebelum pengajuan dana menjadi perhatian utama dalam monitoring …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *