Sampah Berbasis Sumber Jadi Tantangan, Mahasiswa Unwar Turun Edukasi Warga

GIANYAR – Pemerintah Desa Tegalalang, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali, mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Warmadewa (Unwar) untuk menghadirkan edukasi pengelolaan sampah yang lebih aplikatif bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini hingga memperkuat pengelolaan sampah berbasis desa.

Dorongan itu disampaikan dalam kegiatan serah terima mahasiswa peserta KKN Unwar di Desa Tegalalang pada Senin (20/7/2026). Pemerintah Desa Tegalalang berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mampu membantu menciptakan solusi nyata terhadap persoalan sampah yang dihadapi masyarakat.

Kepala Desa Tegalalang Anak Agung Gde Raka Ardana mengatakan, pengelolaan sampah di desa saat ini mengacu pada kebijakan daerah yang mendorong setiap desa mengoptimalkan pengolahan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Memang berdasarkan surat edaran gubernur, masing-masing desa diminta mengolah sampah melalui TPS. Namun, yang tidak kalah penting adalah edukasi,” ujar Anak Agung Gde Raka Ardana saat menyambut mahasiswa KKN Unwar sebagaimana diberitakan Media Kampung, Selasa, (21/07/2026).

Menurut Raka Ardana, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah bukan hanya penyediaan fasilitas, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat. Karena itu, mahasiswa KKN Unwar diminta turun langsung ke lembaga pendidikan, khususnya sekolah dasar (SD), untuk mengenalkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dini.

“Silakan turun ke sekolah-sekolah terkait literasi pengolahan sampah ini. Kami dari pemerintah desa sangat terbuka dan siap membantu memfasilitasi seluruh kegiatan KKN di sini. Apa yang didapatkan di bangku kampus, mari kita wujudkan dan lakukan di tengah masyarakat. Mari turun bersama untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Program edukasi tersebut mencakup pengenalan pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik, hingga pemetaan rantai pengelolaan sampah di TPS 3R agar memiliki manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Unwar I Nengah Muliarta menilai selama ini masyarakat masih sering menerima imbauan untuk mengelola sampah dari sumbernya, tetapi belum selalu mendapatkan panduan teknis yang mudah diterapkan.

“Kita harus jujur mengakui bahwa selama ini masyarakat sering kali dihujani imbauan untuk mengelola sampah berbasis sumber. Namun sayang, imbauan tersebut kerap datang tanpa solusi konkret. Warga bingung setelah sampah dipilah, bahan organik itu mau diolah menjadi apa dan bagaimana caranya, termasuk metode pengomposan apa yang paling cocok diterapkan di rumah tangga,” ucap Muliarta.

Melalui kegiatan KKN ini, Unwar berharap dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi dalam menciptakan pola pengelolaan sampah yang sederhana, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakter masyarakat setempat. []

Redaksi02 | Nadiya

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Krisis Air Bersih Bertambah, Karawang Catat 2.585 KK Terdampak

PDF đź“„KARAWANG – Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Karawang (Karawang), …

Puskesmas Nguter Perkuat Deteksi Dini TB dan Pertahankan Capaian Stunting

PDF đź“„SUKOHARJO – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nguter akan melakukan pelacakan (tracing) kasus tuberkulosis (tuberculosis/TB) …

Mahasiswa KKN Ditantang Ciptakan Program Berdampak bagi Desa

PDF đź“„BONDOWOSO – Mahasiswa Universitas Bondowoso didorong menjadi penggerak transformasi digital di desa melalui program …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *