Wisatawan Asing Bertambah, Kolaka Pacu Pengembangan Destinasi Unggulan

KOLAKA – Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), mempercepat pembenahan fasilitas pendukung destinasi wisata dan desa wisata sebagai strategi meningkatkan daya tarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat sekitar kawasan wisata.

Pembenahan tersebut mencakup peningkatan akses menuju lokasi wisata, penyediaan fasilitas pendukung bagi pengunjung, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola wisata. Langkah ini dilakukan untuk memastikan destinasi wisata di Kolaka mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka Andi Pangoriseng mengatakan pemerintah daerah masih menemukan sejumlah kendala terkait infrastruktur pendukung di beberapa destinasi wisata. Karena itu, perbaikan dilakukan secara bertahap melalui kerja sama lintas sektor sebagaimana diberitakan Dinamika Sultra, Rabu (22/07/2026).

“Kami menyadari masih ada kendala pada infrastruktur pendukung di destinasi. Oleh karena itu, pembenahan fasilitas terus dilakukan secara lintas sektor agar kebutuhan para pengunjung dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.

Menurut Andi, sejumlah kawasan yang menjadi fokus pengembangan antara lain Pantai Tamborasi, Pantai Kalomang, Permandian Kea-kea, Pantai Indah Kapuh, serta Desa Wisata Sani-sani.

Selain perbaikan fasilitas, Pemkab Kolaka juga menyiapkan skema pendukung mobilitas wisatawan di beberapa kawasan. Salah satunya melalui penyediaan titik parkir terpusat serta transportasi lokal berupa kendaraan off-road dan motor trail yang dikelola masyarakat setempat untuk mengantar pengunjung menuju lokasi wisata.

Andi menjelaskan pengembangan destinasi wisata juga melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU), agar penataan kawasan dapat berjalan lebih optimal.

Peningkatan fasilitas wisata dilakukan seiring bertambahnya jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kolaka. Pada periode Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 286 wisatawan mancanegara datang ke wilayah tersebut, meningkat dibanding periode sama tahun 2025 yang mencapai 240 orang.

Pertumbuhan kunjungan tersebut turut dipengaruhi aktivitas tenaga ahli dan pimpinan perusahaan dari berbagai negara yang terlibat dalam proyek industri strategis nasional (PSN) di Kolaka, seperti China, Jerman, Malaysia, Jepang, Singapura, India, Pakistan, Spanyol, hingga Ceko.

Pemkab Kolaka menilai peningkatan kualitas destinasi wisata dapat menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi wisata.

“Ketika fasilitas tertata dan wisatawan merasa nyaman berkunjung, sektor kuliner, penyewaan alat wisata, hingga transportasi lokal langsung merasakan manfaatnya. Pendapatan harian pelaku UMKM bisa meningkat signifikan dan dampaknya dirasakan langsung oleh keluarga mereka,” katanya.

Melalui pengembangan fasilitas dan penguatan peran masyarakat, Pemkab Kolaka berharap desa wisata serta destinasi unggulan daerah dapat berkembang menjadi sektor ekonomi baru yang berkelanjutan bagi warga setempat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Gempa 7,7 Tak Hentikan Wisata Flores, 29 Desa Mulai Dibuka

PDF 📄NUSA TENGGARA TIMUR – Sebanyak 29 dari 57 desa wisata di Pulau Flores yang …

35 Pelaku Kopi Banjarnegara Ramaikan Festival Kopi Dieng

PDF 📄JAWA TENGAH – Festival Kopi Dieng dalam rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2026 menjadi …

Kebakaran Rusak 75 Rumah Adat Sade, Pemulihan Warga Jadi Prioritas

PDF 📄GORONTALO – Pemulihan aktivitas ekonomi warga menjadi salah satu kebutuhan mendesak setelah kebakaran melanda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *