KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri memperkuat upaya pencegahan stunting dengan menyalurkan bantuan susu kepada 65 anak usia bawah dua tahun (baduta) yang masuk kategori pra stunting dan stunting di tiga kecamatan. Program intervensi gizi tersebut menyasar keluarga rentan sebagai bagian dari langkah mempercepat penurunan angka stunting di wilayah setempat.
Bantuan susu diberikan kepada baduta di Kecamatan Pare, Puncu, dan Kepung melalui kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kediri dalam program Aksi #NoStunting.
Mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Wakil Bupati (Wabup) Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan bantuan tersebut diberikan selama 90 hari dengan pemantauan dari kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Selain pemberian susu, pendamping juga memberikan edukasi kepada keluarga terkait pola asuh serta pemenuhan kebutuhan gizi anak.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian yang tepat sasaran karena diberikan kepada kelompok masyarakat rentan yang benar-benar membutuhkan dukungan gizi,” ujarnya sebagaimana diberitakan Sinarpos, Selasa (21/07/2026).
Berdasarkan hasil Bulan Timbang Balita Februari 2026 yang telah diverifikasi, prevalensi stunting di Kabupaten Kediri tercatat 7,65 persen atau 6.247 balita dari total 81.675 balita yang diperiksa. Sementara itu, angka wasting atau kondisi berat badan rendah berdasarkan tinggi badan mencapai 4,74 persen atau 3.869 balita.
Wabup Kediri menyampaikan Kecamatan Puncu masih menjadi wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi, yakni 11,15 persen atau 363 balita. Sementara Kecamatan Kandat mencatat prevalensi terendah dengan angka 5,01 persen atau 150 balita.
“Saat ini masih terdapat 60 desa dengan prevalensi stunting dua digit yang memerlukan perhatian dan penanganan lebih intensif,” tambahnya.
Program bantuan tersebut menjadi bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat intervensi gizi di tingkat masyarakat. Baznas Kabupaten Kediri juga memperluas cakupan penerima manfaat dibanding tahun sebelumnya, setelah pada 2025 menyalurkan bantuan kepada 36 anak pra stunting di Kecamatan Ngasem.
Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Kediri Mochammad Najib Sa’dulloh menyebutkan program tahun 2026 menjangkau lebih banyak penerima dengan sasaran 65 anak di tiga kecamatan, yakni Pare, Puncu, dan Kepung. []
Redaksi02 | Nadiya
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara