Hadapi Ancaman Bencana, PLN Latih Warga dan Relawan di Landasan Ulin Selatan

BANJARBARU Penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana menjadi fokus Program Desa Siaga Bencana yang dijalankan PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (KLT). Program yang dilaksanakan di Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap risiko banjir, kebakaran, cuaca ekstrem, tanah longsor, hingga kekeringan.

Melalui program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN tersebut, masyarakat memperoleh edukasi kebencanaan, pelatihan mitigasi risiko, simulasi evakuasi, serta pelatihan penanganan kebakaran ringan. Kegiatan ini juga didukung penyediaan berbagai sarana tanggap darurat guna memperkuat ketahanan komunitas di tingkat lokal.

Program Desa Siaga Bencana melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kelurahan, pemerintah kecamatan, unsur pemadam kebakaran, hingga relawan Pengayuan Rescue. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun sistem penanganan bencana yang lebih terintegrasi dan responsif.

Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, PLN UIP KLT turut menyalurkan bantuan berupa alat penanggulangan kebakaran, perlengkapan penanganan banjir, perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), serta perlengkapan tanggap darurat lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat saat terjadi kondisi kedaruratan.

General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP KLT menegaskan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional. “Kami berharap program ini dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, meningkatkan kompetensi relawan lokal, serta membangun kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan PLN dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh,” ujarnya, sebagaimana dilansir Fokus Borneo, Rabu (03/06/2026).

Menurut PLN UIP KLT, tingginya frekuensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa tahun terakhir menjadi alasan pentingnya penguatan mitigasi berbasis komunitas. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga membangun kesiapan masyarakat sejak dini.

Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pembangunan berkelanjutan terkait kota dan permukiman yang tangguh serta upaya penanganan perubahan iklim. PLN UIP KLT berharap keberadaan program ini mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, memperkuat hubungan dengan masyarakat, serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap berbagai ancaman bencana. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pemdes Batulohe Satukan Komitmen Percepat Penurunan Stunting

PDF đź“„BULUKUMBA – Pemerintah Desa (Pemdes) Batulohe, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba (Bulukumba), memperkuat strategi percepatan …

Posyandu di Kabupaten Tangerang Naik Kelas, Kini Jadi Ujung Tombak 6 SPM

PDF đź“„KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperluas peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi …

Pelaku UMKM Taliabu Kini Bisa Urus NIB Gratis Tanpa ke Bobong

PDF đź“„PULAU TALIABU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *