Wisata Hijau Penglipuran, Sampah Daun Bambu Kini Jadi Atraksi Edukasi

BANGLI Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli (Bangli), Bali, mengembangkan konsep wisata edukatif berbasis pengelolaan sampah dengan memanfaatkan limbah daun bambu menjadi pupuk organik. Inovasi tersebut tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan desa wisata, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi sekaligus sarana pembelajaran bagi wisatawan dan masyarakat.

Program pengolahan sampah tersebut melibatkan warga secara langsung sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang berpijak pada kearifan lokal. Daun bambu yang selama ini menjadi limbah alami di kawasan desa dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang dapat digunakan kembali untuk kebutuhan pertanian dan penghijauan.

Warga Penglipuran, I Nengah Cana, menjelaskan bahwa proses pengolahan dimulai dengan mengumpulkan dan memilah daun bambu kering yang tersebar di lingkungan desa. Setelah itu, daun dicacah agar proses penguraian berlangsung lebih cepat.

“Setelah dicacah, daun bambu dicampur dengan pupuk kandang dan difermentasi sekitar 10 hari hingga menjadi pupuk organik yang siap digunakan,” ujarnya.

Menurutnya, pupuk organik hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di kawasan desa sekaligus memiliki peluang ekonomi karena dapat dipasarkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mengatakan pengelolaan sampah akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.

“Ke depan, pengelolaan sampah ini akan dikemas menjadi bagian dari atraksi edukasi wisata, sehingga pengunjung dapat belajar bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat,” jelasnya.

Melalui program tersebut, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan dan keunikan Desa Wisata Penglipuran, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Konsep ini diharapkan mampu memperkuat posisi desa sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

Sumiarsa menilai edukasi lingkungan menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pariwisata masa depan. Dengan keterlibatan masyarakat, pengelolaan sampah dapat menjadi solusi yang memberikan manfaat luas bagi lingkungan maupun perekonomian warga.

“Dengan pengelolaan yang tepat serta dukungan masyarakat, sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan dapat diubah menjadi sumber manfaat,” ujarnya.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi desa dalam menjawab persoalan sampah sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis lingkungan, sebagaimana diberitakan Tribun Bali, Senin, (01/06/2026). Ke depan, pengembangan wisata edukasi berbasis pengelolaan sampah diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dan wisatawan serta mendukung terwujudnya kawasan wisata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Isno Baco Ingin Cetak Generasi Desa Pinggang yang Berdaya Saing

PDF đź“„MANGGARAI – Penguatan sumber daya manusia dan pembangunan generasi muda menjadi prioritas yang diusung …

Pilkades Pinggang Memanas, Valerius Isnoho Serukan Demokrasi Damai

PDF đź“„MANGGARAI TIMUR – Komitmen membangun kualitas generasi muda menjadi salah satu fokus yang diusung …

Partisipasi Warga Meningkat, Pilkades Deliserdang Berlangsung Aman

PDF đź“„DELI SERDANG – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap II di Kabupaten Deli Serdang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *