KARO – Upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini dilakukan melalui kegiatan TANDU OSOJI di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Program yang melibatkan mahasiswa, relawan, dan anak-anak desa tersebut menggabungkan edukasi pengelolaan sampah dengan aktivitas gotong royong yang menyenangkan agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sebagai kebiasaan sehari-hari.
Kegiatan ini diinisiasi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Komunikasi (IKO) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bersama Tangan Edukasi Indonesia. Sasaran utama program adalah anak-anak Desa Gongsol yang sebagian besar menghabiskan waktu di lingkungan desa saat orang tua mereka bekerja sebagai petani di ladang.
Melalui pendekatan praktik langsung, peserta diajak menjaga kebersihan lingkungan dengan mengadopsi budaya osoji dari Jepang yang menekankan tanggung jawab terhadap kebersihan. Kegiatan tersebut dipadukan dengan plogging, yakni berjalan santai sambil memungut sampah di sekitar desa.
Selain mengumpulkan sampah, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik agar mengenal konsep daur ulang serta pemanfaatan kembali limbah yang masih bernilai guna.
“Kalau sekadar gotong royong mungkin sudah biasa. Tapi lewat kegiatan ini, anak-anak jadi belajar langsung bagaimana memilah sampah dan memahami mana yang masih bisa dimanfaatkan kembali,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Mahasiswa dan relawan turut berbaur dengan anak-anak serta pemuda desa dalam berbagai aktivitas edukatif. Suasana belajar dibuat santai melalui permainan, diskusi, dan kegiatan kreatif sehingga materi tentang lingkungan lebih mudah dipahami oleh peserta.
Program tersebut juga menjadi sarana membangun kesadaran bahwa sampah bukan sekadar benda yang harus dibuang, tetapi perlu dikelola dengan benar agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kegiatan di Desa Gongsol tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kondisi sekitarnya. Dari aktivitas sederhana itu, diharapkan lahir kebiasaan positif yang terus berlanjut di tengah kehidupan masyarakat desa, sebagaimana dilansir Tvonenews, Senin (01/06/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara