PASER – Kehadiran Jembatan Sei Kasungai di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser (Paser), kini membuka akses transportasi yang lebih aman dan permanen bagi warga dua desa. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di kawasan pedesaan.
Jembatan yang diresmikan pada Senin (1/6/2026) itu menghubungkan Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung yang sebelumnya bergantung pada jembatan gantung dengan kondisi terbatas. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Paser Fahmi Fadli didampingi Wakil Bupati (Wabup) Paser Ikhwan Antasari.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser membangun jembatan permanen sepanjang 80 meter dengan lebar 6 meter sebagai solusi atas kebutuhan akses masyarakat yang selama ini menjadi jalur utama penghubung kedua desa.
Bupati Paser Fahmi Fadli berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat serta dijaga keberlangsungannya untuk jangka panjang.
“Kami juga berharap agar masyarakat dapat turut serta menjaga dan merawat jembatan penghubung kedua desa ini, sehingga bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai infrastruktur fasilitas umum,” harap Fahmi Fadli, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltim, Senin, (01/06/2026).
Menurut Fahmi, jembatan permanen tersebut tidak hanya meningkatkan keamanan dan kenyamanan perjalanan warga, tetapi juga memperlancar distribusi barang dan jasa yang berpotensi memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Ini juga mempermudah kami melaksanakan program pembangunan lainnya, pertumbuhan desa juga bisa meningkat. Utamanya aktivitas perekonomian, pelayanan dan pendidikan yang muaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ulasnya.
Selain pembangunan jembatan, Pemkab Paser juga menyiapkan peningkatan infrastruktur jalan pada ruas Sungai Terik-Rantau Buta-Rantau Layung melalui skema pembangunan tahun jamak (multiyears). Salah satu prioritas yang akan ditangani adalah segmen Sungai Terik-Rantau Buta sepanjang 2,7 kilometer yang masuk dalam daftar ruas jalan mendesak.
“Khususnya untuk segmen Sungai Terik – Rantau Buta rencana penanganannya sepanjang 2,7 kilo meter, ruas jalan ini menjadi satu dari delapan prioritas ruas jalan yang mendesak untuk ditangani.” tandas Fahmi.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Rantau Buta Rofi’i Yadi menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Paser atas realisasi pembangunan jembatan yang telah lama diusulkan masyarakat.
“Setiap tahun kami mengusulkan pembangunan jembatan ini, tentu kami sangat terbantu dengan apa yang telah direalisasikan Pemkab Paser ini,” puji Rofi’i.
Meski demikian, pemerintah desa masih berharap adanya peningkatan kualitas jalan menuju wilayah tersebut guna mendukung konektivitas yang lebih optimal.
“Kami sudah sampaikan kondisi jalan juga perlu mendapat sentuhan pembangunan pemerintah daerah, mudah-mudahan bisa segera direalisasikan juga,” pungkasnya.
Keberadaan Jembatan Sei Kasungai menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardesa di Paser. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik, masyarakat diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara