ENDE – Kunjungan Wakil Menteri (Wamen) Pariwisata Republik Indonesia (RI), Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa, ke sejumlah desa wisata di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi dan pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat di daerah tersebut.
Salah satu lokasi yang dikunjungi Wamen Pariwisata saat berada di Ende, Kamis (28/5/2026), yakni Desa Wisata Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko. Desa tersebut sebelumnya pernah masuk kategori desa wisata nasional dan dikenal memiliki kekayaan budaya, kuliner lokal, serta panorama alam penyangga kawasan Kelimutu.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ende, Ferdinandus Watu, mengatakan kunjungan Wamen Pariwisata harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi wisata Ende ke tingkat nasional.
“Momentum ini harus kita tangkap. Kita perkenalkan ke ibu Wamen semua potensi pariwisata di daerah ini,” kata Ferdinandus Watu, sebagaimana dilansir Florespos, Jumat (29/05/2026).
Menurut Ferdinandus, selama berada di Ende, Wamen Pariwisata mengunjungi sejumlah destinasi wisata sejarah dan desa wisata penyangga Kelimutu. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain sentra tenun ikat di Desa Manulondo, Kampung Adat Wologai, Desa Wisata Pemo, Waturaka di Kecamatan Kelimutu, hingga Desa Wisata Detusoko Barat.
Di Detusoko Barat, Wamen Pariwisata disambut dengan prosesi adat dan tarian tradisional khas Ende Lio. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), tokoh adat, serta masyarakat setempat turut menyambut kedatangan rombongan di Kampung Adat Nua Rini.
Selain menikmati panorama alam dan kampung adat, Wamen Pariwisata juga mencicipi berbagai kuliner khas lokal yang disiapkan kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa. Menu yang disuguhkan di antaranya nasi merah, nasi hitam, ubi cincang, ubi talas, sambal kelapa, hingga lawar sayuran hijau.
“Wah sangat enak dan lezat, khas dan unik kata Nih Luh Puspa di sela sela menikmati suguhan menu lokal dan diskusi bersama tua adat serta kelompok ibu ibu di dalam rumah adat suku Rini ini”.
Wamen Pariwisata juga menikmati tradisi makan siri pinang serta suguhan kopi lokal dan kudapan tradisional seperti kue cucur.
“Saya sangat suka dengan kuliner lokal dan kita hanya dapat menu menu lokal ini ketika berkunjung ke desa. Saya sangat nikmat dan enak sekali suguhan menu yang diolah oleh mama – mama di desa,” katanya.
Kunjungan tersebut turut diisi dengan penampilan lagu daerah Ende berjudul SARE dan tarian gawi yang dibawakan kelompok sanggar seni dan siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Marsudirini.
Selain meninjau objek wisata sawah, jembatan warna-warni, sumber air panas, dan kampung adat, Wamen Pariwisata juga berdiskusi bersama pemerintah desa dan Pokdarwis terkait pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di kawasan penyangga Kelimutu.
Kunjungan itu diharapkan dapat membuka peluang promosi yang lebih luas bagi desa wisata di Ende sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara