Desa Adat Sumerta Gelar Karya Besar, Warga Bersatu Jaga Tradisi Bali

DENPASAR – Pelaksanaan Karya Tawur dalam rangkaian upacara Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, dan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati, Desa Adat Sumerta, Denpasar Timur, menjadi momentum penguatan pelestarian adat dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan yang berlangsung Kamis (28/5/2026) itu dihadiri Wali Kota (Wali Kota) Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama tokoh masyarakat dan krama adat setempat.

Upacara keagamaan tersebut berlangsung khidmat dengan melibatkan partisipasi krama adat dari Desa Adat Sumerta, Tanjung Bungkak, dan Pagan. Selain prosesi yadnya, kegiatan juga diramaikan sajian Gong Lelambatan, Gambelan Wali, wayang, hingga pementasan Baris Gede oleh Paiketan Jero Bendesa Adat Kota Denpasar.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat adat dalam menjaga tradisi dan budaya Bali. “Pelaksanaan karya seperti ini merupakan wujud nyata pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya sebagaimana dilansir Duta Bali News, Kamis, (28/05/2026).

Selain menghadiri upacara, Jaya Negara juga turut ngayah dengan menarikan Topeng Wali bersama krama adat. Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan punia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya adat tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Perwakilan Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, serta Anggota DPRD Kota Denpasar, I Made Mudra.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Sumerta, I Made Ariawan Payuse, menjelaskan rangkaian karya telah dimulai sejak 16 April 2026 melalui prosesi nyukat genah dan melasti. Adapun puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 bertepatan dengan Purnama Sadha.

Ia menyebut pelaksanaan upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih tersebut menjadi sejarah baru bagi Pura Kahyangan dan Pura Mrajapati Desa Adat Sumerta karena baru pertama kali dilaksanakan sejak pura berdiri. Menurutnya, kebersamaan antarkrama menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan karya berskala utama tersebut.

Desa Adat Sumerta juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar atas dukungan terhadap pelaksanaan karya adat yang dinilai mampu memperkuat nilai menyama braya serta menjaga keberlangsungan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Senyum Anak Desa Sade Kembali, Bantuan Sekolah Disalurkan Pascakebakaran

PDF đź“„NUSA TENGGARA BARAT – Dukungan untuk anak-anak korban kebakaran di Desa Adat Sade, Kabupaten …

Rumah Adat Sade Akan Dibangun Lagi, Keselamatan Jadi Perhatian

PDF đź“„LOMBOK TENGAH – Warga Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, mulai menyusun …

Tirakatan Perdana di Desa Klitih Jadi Momentum Pererat Warga

PDF đź“„JAWA TENGAH – Warga RT 04 dan RT 05 RW 01 Desa Klitih, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *