Lahan Tak Terpakai Jadi Andalan Ekonomi, Bulu Cindea Raup Jutaan Rupiah

PANGKEP Transformasi lahan empang yang sebelumnya tidak produktif di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), kini menjadi sumber pendapatan baru bagi desa melalui pengembangan destinasi wisata kuliner dan pemancingan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bulu Cindea.

Kawasan wisata tersebut berhasil menarik ribuan pengunjung setiap akhir pekan sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui pemanfaatan aset desa yang selama ini terbengkalai. Selain menawarkan suasana pedesaan yang asri, lokasi ini menghadirkan berbagai menu kuliner dan fasilitas pemancingan yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal.

Kepala Desa (Kades) Bulu Cindea, Made Ali, mengatakan pengembangan kawasan wisata itu merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk mengoptimalkan potensi lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami mengupayakan bagaimana meningkatkan PAD desa dengan memanfaatkan kearifan lokal dan lahan-lahan tidur menjadi tempat wisata dan kuliner,” kata Made Ali, sebagaimana diberitakan Unhas Tv, Minggu (24/05/2026).

Menurutnya, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan signifikan pada akhir pekan. Dalam sehari, destinasi tersebut dapat menerima sekitar 3.000 pengunjung.

Dari aktivitas wisata tersebut, omzet yang diperoleh mencapai Rp8 juta hingga Rp9 juta per hari saat akhir pekan. Sementara pada hari biasa, pendapatan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp7 juta per hari.

Selain menikmati hidangan khas seperti ayam bakar bumbu rujak, pengunjung juga dapat bersantai di area terbuka dengan panorama tambak dan suasana pedesaan yang masih alami. Pengelola turut menyediakan perlengkapan memancing bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman memancing di kawasan tersebut.

Meski ukuran ikan di kolam pemancingan belum besar karena benih baru ditebar beberapa hari sebelumnya, aktivitas memancing tetap menjadi salah satu pilihan favorit pengunjung selama berwisata.

Salah seorang pengunjung asal Kota Pangkajene, Indah, mengaku terkesan dengan konsep wisata yang ditawarkan. Menurutnya, lokasi tersebut cocok dijadikan destinasi rekreasi keluarga.

“Makanannya enak. Tempatnya nyaman karena konsepnya terbuka, pemandangannya bagus, dan cocok untuk bersantai maupun berfoto,” ujar Indah.

BUMDes Bulu Cindea berharap pengembangan wisata kuliner dan pemancingan ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan usaha masyarakat, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi desa melalui pemanfaatan aset yang sebelumnya tidak produktif. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Baru Perekonomian Kampung di Papua

PDF đź“„BIAK NUMFOR – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Kampung Warsansan, Distrik …

Dugaan Penyerobotan Lahan Wakaf Hambat Pembangunan KDMP di Lembata

PDF đź“„LEMBATA – Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Rumang, Kecamatan Buyasuri, …

JBZ Jabar Dorong Generasi Muda Leuwimunding Peduli Lingkungan

PDF đź“„MAJALENGKA – Upaya meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan terus diperkuat di Desa Leuwimunding, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *