INDRAMAYU – Sebanyak 102 rumah dan satu masjid di Blok Pasir Toro, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, akhirnya memperoleh akses listrik melalui pemasangan panel surya dalam Program Rumah Terang Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia (RI). Program tersebut mengakhiri puluhan tahun keterbatasan akses listrik yang dialami sekitar 300 warga di permukiman terpencil kawasan hutan tersebut.
Blok Pasir Toro merupakan permukiman yang berada di kawasan hutan dengan akses yang masih terbatas. Selama bertahun-tahun, warga mengandalkan lampu minyak sebagai sumber penerangan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk belajar, memasak, dan beribadah.
Salah seorang warga, Onoh, mengaku telah tinggal selama sekitar 25 tahun tanpa menikmati aliran listrik.
“Kalau penerangan ya hanya dari cempor. Cempor itu lampu minyak, lampu damar, soalnya di sini enggak ada listrik,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (10/07/2026).
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, mengatakan Program Rumah Terang diharapkan tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kemudahan belajar, bekerja, dan beribadah.
“Sekarang anak-anak punya harapan, mereka bisa belajar membaca buku dengan lebih nyaman, ibu-ibunya juga bisa baca Al-Quran lebih nyaman,” kata Sodik.
Ia menambahkan Program Rumah Terang menargetkan pemasangan panel surya di 452 rumah di berbagai wilayah terpencil Indonesia. Tahap pertama dilaksanakan di Blok Pasir Toro dengan total 103 instalasi, terdiri atas 102 rumah dan satu masjid. Perangkat tersebut disebut memiliki masa pakai hingga 10 tahun serta mendapat dukungan teknis dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Kami berharap masyarakat semakin cerdas, semakin rajin belajar terutama putra-putrinya, semakin bertambah semangat untuk hidupnya, semakin bertambah ibadahnya, semakin bertambah semangat kerjanya, sehingga secara umum semakin sejahtera,” ujarnya.
Kepala Desa (Kades) Cikawung, Asep Rahayu, mengatakan pemerintah desa terus mendorong penataan administrasi kependudukan warga agar lebih mudah memperoleh layanan dan bantuan pemerintah.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Indramayu, Ahmad Syadali, mengaku pemerintah daerah akan menjadikan kondisi tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah terpencil.
Program Rumah Terang diharapkan menjadi langkah awal pemerataan akses energi bersih di kawasan pedesaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi energi terbarukan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara