Desa Wisata Terong Dilirik Dua Kampus untuk Program Pemberdayaan

BELITUNG – Desa Wisata Kreatif Terong, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, menjadi pusat perhatian dalam ajang Genera-Z Berbakti 2026 setelah dua tim mahasiswa dari perguruan tinggi ternama memilih desa tersebut sebagai lokasi implementasi program pengabdian masyarakat. Kedua tim membawa gagasan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang ditujukan untuk menjawab berbagai tantangan sekaligus memperkuat potensi ekonomi desa.

Program Genera-Z Berbakti 2026 merupakan ajang yang membuka kesempatan bagi kelompok mahasiswa untuk mengembangkan dan menerapkan program pemberdayaan di desa binaan Bakti BCA. Pada babak final, Desa Wisata Kreatif Terong dipilih oleh tim dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Desa Terong dinilai memiliki posisi strategis karena berada di jalur utama pariwisata Pulau Belitung. Namun demikian, desa tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan, mulai dari penurunan jumlah wisatawan, pengelolaan sampah, keterbatasan air bersih, minimnya inovasi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga rendahnya minat masyarakat mempelajari bahasa asing.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility (CSR) BCA, Hera F Haryn, mengatakan Genera-Z Berbakti 2026 dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui program pengabdian di desa binaan.

“Program ini bertujuan memberikan kesempatan peserta untuk berkontribusi bagi masyarakat, sebagai bentuk pelaksanaan kegiatan yang dicantumkan di proposal dari peserta untuk kegiatan KKN atau program pengabdian masyarakat lainnya,” ujar Hera F Haryn, sebagaimana diwartakan Babelnews, Minggu (24/05/2026).

Tim UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui program DESA HIDUP menawarkan konsep smart eco-tourism yang menggabungkan teknologi dan pelestarian lingkungan. Program tersebut mencakup sistem filtrasi air berbasis material lokal, pengelolaan sampah berbasis gamification, komposter, edukasi lingkungan, pemetaan destinasi wisata dan UMKM menggunakan Geographic Information System (GIS), serta penerapan Internet of Things (IoT) berbasis energi surya.

Selain itu, tim tersebut juga mengusung konsep Participatory Action Research yang melibatkan pelaku UMKM, sanggar seni, dan wisatawan dalam pengembangan ekonomi kreatif desa.

Di sisi lain, tim UGM bernama Laskar Selasik menawarkan pendekatan ekonomi hijau dan biru (green-blue economy) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program yang diusulkan meliputi pengelolaan sampah melalui biopori, rumah maggot, insinerator, penguatan promosi wisata melalui Terong XPLORE, serta Festival Cerite Terong yang menggabungkan unsur budaya dan ekonomi kreatif lokal.

Melalui kompetisi tersebut, diharapkan ide-ide inovatif yang terpilih dapat direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan Desa Wisata Kreatif Terong, sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dari Lahan Bekas Sawah Terbakar, Padang Ilalang Binturu Jadi Magnet

PDF 📄Padang ilalang di Desa Binturu berubah menjadi tujuan wisata dadakan setelah viral di media …

Desa Baskara Bakti Dorong UMKM Terapkan Wisata Ramah Lingkungan

PDF 📄Desa Baskara Bakti memperkuat pengembangan wisata ramah lingkungan dengan membekali pelaku UMKM dan masyarakat …

Desa Rintisan Jadi Fokus Festival Desa Wisata Klaten

PDF 📄Pengembangan desa wisata di Klaten diarahkan tidak hanya pada promosi destinasi, tetapi juga pendampingan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *