LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan penanganan banjir di Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono segera dimulai pada awal Juni 2026. Perbaikan difokuskan pada pemasangan bronjong, normalisasi Sungai Karang Menjangan, hingga pembangunan kembali parapet yang rusak akibat luapan air sungai beberapa waktu lalu.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, meninjau langsung lokasi banjir di Dusun Biting, Senin (19/05/2026), bersama Kepala Unit Pelaksana Teknis Sumber Daya Manusia (UPT SDM) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Prabowo dan Kepala Desa (Kades) Kutorenon, Faisal Rizal.
“ Hari ini saya bersama Pak Prabowo, tapi bukan Pak Prabowo presiden, ya. Saya datang ke sini untuk memastikan penanganan soal banjir yang melimpah. Ini banjir limpahan dari sungai Karang Menjangan,” ujarnya sebagaimana diberitakan Ketik, Senin (18/05/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Lumajang menyebut pengerjaan infrastruktur pengendali banjir akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Lumajang. Menurutnya, sedimentasi di aliran sungai menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air hingga merendam permukiman warga.
“Parapet yang putus juga segera dikerjakan. Mudah-mudahan ini segera bisa tertangani, termasuk ini ya… pembenahan jalan yang insyaallah akan juga berseiringan dengan kegiatan dari PU SDA Provinsi. Dari kabupaten Lumajang juga akan sharing juga. karena kita juga sudah ber MoU meskipun ini asetnyq provinsi,” pungkasnya.
Selain memastikan percepatan penanganan, Bupati Lumajang meminta warga terdampak tetap bersabar selama proses pengerjaan berlangsung. Pemerintah daerah berupaya memaksimalkan pengamanan kawasan rawan banjir agar kejadian serupa tidak kembali terulang saat intensitas hujan tinggi.
“Saya minta bersabar. Kita perbaiki semaksimal mungkin soal pengamanan banjir,” katanya.
Banjir sebelumnya terjadi pada Jumat pagi pekan lalu setelah hujan deras mengguyur wilayah Sukodono selama beberapa jam. Luapan air merendam ratusan rumah warga di Dusun Biting, Desa Kutorenon.
Data yang dihimpun menunjukkan wilayah terdampak meliputi RW 7 dengan dua RT, RW 8 sebanyak lima RT, RW 9 sebanyak empat RT, dan RW 10 sebanyak lima RT. Sedikitnya 780 Kepala Keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.
Saat ini kondisi genangan sudah surut dan aktivitas warga mulai kembali normal. Meski demikian, sebagian masyarakat masih membersihkan sisa lumpur yang terbawa banjir di lingkungan permukiman mereka. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara